Pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi KADIN Maluku periode 2025–2030 di Lantai VII Kantor Gubernur, Senin (27/4). (Ist)

KADIN Didorong Jadi Motor Investasi, Gubernur Maluku: Saatnya UMKM Naik Kelas

50

Ambon, JejakInfo.id — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melontarkan pesan tegas kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN): jangan sekadar hadir, tapi harus menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi daerah.

Pesan itu disampaikan dalam suasana penuh semangat saat pelantikan dan Rapat Pimpinan Provinsi KADIN Maluku periode 2025–2030 di Kantor Gubernur, Senin (27/4). 

Di hadapan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan, Lewerissa menekankan bahwa KADIN bukan sekadar organisasi, melainkan mitra strategis pemerintah yang menentukan arah pertumbuhan ekonomi Maluku ke depan.

“Potensi kita besar, tapi tidak akan berarti tanpa investasi dan penguatan UMKM,” ujarnya lugas.

Maluku, kata dia, menyimpan kekuatan di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, hingga energi. Namun potensi itu masih seperti “harta terpendam” jika tidak diolah dengan kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha.

Di titik inilah KADIN diharapkan tampil sebagai jembatan: mempertemukan peluang dengan modal, menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, sekaligus mendorong lahirnya investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Perhatian khusus juga diarahkan pada UMKM. Bagi Lewerissa, sektor ini bukan pelengkap, melainkan tulang punggung ekonomi yang menopang sebagian besar lapangan kerja.

“UMKM harus naik kelas. KADIN harus hadir membantu mereka menjadi lebih kuat dan kompetitif,” katanya.

Komitmen pemerintah, lanjutnya, adalah menciptakan iklim investasi yang bersih dan terbuka. Namun ia mengingatkan, investasi yang masuk tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Harus ada manfaat nyata: lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Di tengah tantangan geografis sebagai daerah kepulauan, Maluku juga tengah membangun fondasi baru melalui proyek strategis, termasuk pengembangan pelabuhan terpadu. Infrastruktur ini diharapkan menjadi urat nadi distribusi antar pulau yang selama ini menjadi kendala klasik.

“Kalau logistik kita kuat, daya saing kita ikut terangkat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar program, Lewerissa mengajak semua pihak untuk mengubah cara pandang: melihat peluang di tengah keterbatasan.

“Daerah lain bisa maju, Maluku juga pasti bisa. Kuncinya kerja sama dan komitmen,” katanya optimistis.

Acara ini juga menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru KADIN Maluku. Di akhir sambutannya, Gubernur berharap organisasi tersebut benar-benar memainkan perannya sebagai penghubung yang solid antara pemerintah dan dunia usaha.

Sebagai penutup, Pemerintah Provinsi Maluku menyerahkan plakat penghargaan kepada Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan KADIN pusat dalam mendorong investasi di daerah.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari anggota DPD RI, DPRD Provinsi Maluku, hingga unsur Forkopimda dan pelaku usaha menandai satu hal penting: kebangkitan ekonomi Maluku bukan kerja satu pihak, melainkan kerja bersama. (ji2)