Kadis Perhubungan Provinsi Maluku, Semuel Huwae bersama jajaran Direksi dan Pengawas Perumda Panca Karya meninjau proses akhir perbaikan KMP Bahtera Nusantara 02 yang sementara berlabuh di perairan Pantai Wainitu, Kota Ambon, Sabtu (29/8). (Ist)

Kadishub Maluku, Direksi dan Pengawas Perumda Panca Karya Cek Kesiapan Kapal Bahtera Nusantara 02

37

Ambon, JejakInfo.id — Setelah hampir dua tahun terhenti, harapan untuk kembali melihat KM Bahtera Nusantara 02 melayani pelayaran antarpulau di Maluku mulai menemukan titik terang.

Kapal perintis bantuan Kementerian Perhubungan RI itu kini tengah menjalani penanganan kerusakan sebelum kembali mengarungi laut Maluku. 

Sabtu (29/8/2026), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semuel Huwae, bersama jajaran manajemen Perumda Panca Karya diantaranya: Direktur Utama, Muhammad Rany Tualeka, Direktur Operasional Sjaifudin Goo, Direktur Keuangan Marla Beatriecs Kailola, Ketua Dewan Pengawas Jhony Wattimena, serta Anggota Dewan Pengawas Oyang Orlando Petrusz dan Raden Ayu Hasanussi, turun langsung meninjau kondisi kapal yang sedang berlabuh di perairan Pantai Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Peninjauan tersebut bukan sekadar melihat kondisi kapal. Mereka ingin memastikan setiap proses perbaikan berjalan sesuai rencana sehingga kapal benar-benar siap kembali melayani masyarakat.

Huwae bahkan turun langsung ke kamar mesin. Di sana, ia berdialog cukup lama dengan para teknisi yang didatangkan khusus dari Jakarta untuk menangani kerusakan kapal.

Satu per satu proses pengerjaan diperiksa. Kesiapan mesin menjadi perhatian utama karena kapal jenis Roll-on/Roll-off (RORO) tersebut diproyeksikan kembali menjadi salah satu penghubung penting antarpulau di Maluku.

“KM Bahtera Nusantara ini merupakan salah satu dari tiga kapal jenis RORO khusus yang dimiliki Indonesia. Dua unit beroperasi di kawasan barat dan satu unit diserahkan untuk Maluku guna melayari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” kata Huwae.

Kapal tersebut sebelumnya sempat beroperasi setelah tiba di Maluku. Namun, persoalan teknis membuat pelayanannya kembali terhenti, bahkan setelah menjalani masa docking.

Kini, Pemerintah Provinsi Maluku memasang target baru. KM Bahtera Nusantara 02 diharapkan sudah dapat menjalani sea trial pada 17 September 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, mengungkapkan KM Bahtera Nusantara 02 telah vakum beroperasi sejak 2023 atau kurang lebih dua tahun.

Bagi manajemen baru Panca Karya, menghidupkan kembali kapal tersebut bukan hanya soal mengembalikan satu armada ke laut. Lebih dari itu, kapal ini diharapkan menjadi awal kebangkitan konektivitas antarpulau yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama Maluku sebagai provinsi kepulauan. Rute awal yang disiapkan adalah Ambon-Banda-Tual pulang-pergi (PP).

Rany melihat kembalinya kapal tersebut akan membawa dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat dibanding sekadar tersedianya satu pilihan transportasi laut.

“Jika kapal ini beroperasi kembali, dampaknya sangat besar. Selain menyatukan pulau-pulau, langkah ini akan menekan biaya logistik dan konektivitas, menggerakkan kembali roda ekonomi antar lintasan, serta membuka peluang memperluas jangkauan layanan hingga ke Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dan Maluku Barat Daya (MBD),” ujarnya.

Harapan itu menjadi penting bagi Maluku. Sebab, menurut Rany, sebagai wilayah kepulauan dengan ribuan pulau dan ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut, kelancaran konektivitas bukan hanya persoalan perjalanan manusia, tetapi juga menyangkut harga kebutuhan pokok, distribusi barang, aktivitas ekonomi hingga akses masyarakat terhadap berbagai layanan.

Karena itu, kembalinya KM Bahtera Nusantara 02 diharapkan mampu membuka kembali jalur-jalur yang selama ini tersendat.

Langkah berikutnya akan menjadi perhatian publik Maluku. Usai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional pada 17 September 2026, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dijadwalkan ikut meninjau langsung sekaligus mengikuti uji coba pelayaran KM Bahtera Nusantara 02 di perairan Teluk Ambon.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, sea trial tersebut akan menjadi penanda bahwa kapal yang dua tahun terakhir lebih banyak berada di balik penantian itu siap kembali menjalankan tugasnya.

Bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini menggantungkan mobilitas dan distribusi barang pada jalur laut, kembalinya KM Bahtera Nusantara 02 bukan sekadar berita tentang sebuah kapal yang kembali berlayar.

Ini adalah harapan tentang laut yang kembali terhubung, biaya logistik yang lebih ringan, serta denyut ekonomi antarpulau yang kembali bergerak. Maluku menunggu kapal itu kembali membelah lautnya. (ji3)

1 Menyukai postingan ini