Anggota DPRD Maluku Tenggah, Izaac Sitaniapessy melakukan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 pada dua kampung di Negeri Ameth, Kecamatan Nusalaut, sejak Kamis 27 hingga Jumat 28 Agustus 2026. (Ist)

Pulang Kampung, Izaac Sitaniapessy Serap Aspirasi Warga Ameth: Sekolah, Jalan Rusak hingga Air Bersih jadi Perhatian

40

Nusalaut, JejakInfo.id — Pulang ke kampung halaman bukan sekadar kembali bertemu keluarga dan masyarakat. Bagi Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Izaac Sitaniapessy, kepulangan ke Negeri Ameth, Kecamatan Nusalaut, menjadi kesempatan untuk mendengar langsung keluhan warga sekaligus membawa persoalan mereka ke meja perjuangan di lembaga legislatif.

Selama dua hari, Kamis 27 hingga Jumat 28 Agustus 2026, Sitaniapessy berada di Negeri Ameth untuk melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2026.

Sebelumnya, pada Reses Masa Sidang I Tahun 2026 pada April lalu, politisi Partai Golkar itu telah turun langsung ke dua negeri di Pulau Nusalaut, yakni Negeri Sila dan Negeri Leinitu.

Kali ini, giliran Negeri Ameth yang menjadi tempatnya menyerap aspirasi. Tidak hanya mendengar keluhan, Sitaniapessy juga membedah berbagai persoalan pembangunan yang selama ini dirasakan masyarakat untuk kemudian diperjuangkan di Pemerintah Daerah Maluku Tengah.

Di hadapan warga, Sitaniapessy mengungkapkan bahwa Nusalaut hingga kini masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lainnya. Salah satu penyebabnya, menurut dia, karena selama ini belum pernah ada wakil rakyat yang benar-benar berasal dari Pulau Nusalaut.

Letak Nusalaut yang jauh dari pusat pemerintahan juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat perhatian terhadap pembangunan di pulau berjuluk Anyo-Anyo tersebut belum maksimal.

Persoalan yang ditemui pun cukup beragam. Mulai dari kondisi sekolah yang rusak, fasilitas kesehatan yang masih membutuhkan perhatian, hingga kerusakan jalan, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten.

Meski demikian, Sitaniapessy mengakui sudah ada sejumlah sekolah yang mulai mendapat perhatian pemerintah dan secara bertahap dilakukan perbaikan.

"Saya sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk SD Negeri Maluku Tengah yang ada di Negeri Sila karena sekolah tersebut dibangun pada saat penjajahan dan mengalami rusak berat," ucapnya.

Ia mengaku khawatir dengan kondisi bangunan sekolah tersebut, terutama apabila terjadi gempa saat proses belajar mengajar berlangsung. Kondisi itu, menurutnya, dapat menimbulkan risiko besar bagi guru maupun anak-anak didik.

Dalam reses tersebut, Pemerintah Negeri, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda turut menyampaikan berbagai usulan kepada Sitaniapessy agar dapat diperjuangkan dan dibawa ke Pemerintah Daerah Maluku Tengah.

Sitaniapessy menegaskan, reses merupakan bagian dari kerja-kerja DPRD yang dilakukan di luar kantor. Karena itu, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi kesempatan penting untuk melihat langsung kondisi pembangunan sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi warga.

Pertemuan bersama warga Kampung Waihutete, Dusun Alahaal, Negeri Ameth.

Dalam Reses Masa Sidang II kali ini, dua titik yang menjadi lokasi kunjungan Sitaniapessy adalah Kampung Bulu dan Kampung Waihutete, Dusun Alahaal Negeri Ameth.

Selain menjaring aspirasi, ia juga menjalankan salah satu tugas dan fungsi DPRD, yakni melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan yang berlangsung di Negeri Ameth.

Sejumlah pembangunan yang menjadi perhatian di antaranya revitalisasi SD Negeri 35 Maluku Tengah serta proses pembangunan Puskesmas Nusalaut di Negeri Ameth. Peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas Nusalaut dilakukan pada Jumat 28 Agustus 2026.

"Dalam reses tersebut saya menyampaikan apa saja yang sudah dilakukan selama menjadi wakil rakyat untuk Nusalaut dan khususnya Negeri Ameth, sekaligus mendengarkan masukan dan berbagai permasalahan pembangunan fisik maupun nonfisik di Negeri Ameth," jelasnya.

Dari pertemuan bersama masyarakat, sejumlah persoalan dan kebutuhan pembangunan kembali mengemuka. Masyarakat meminta kelanjutan proses pembangunan Jalan Lingkar Nusalaut yang merupakan jalan provinsi.

Warga juga berharap adanya perbaikan jembatan Pelabuhan Feri yang saat ini sudah mengalami kerusakan berat.

Selain itu, masyarakat meminta perhatian terhadap jalan lingkungan di Negeri Ameth yang merupakan ibu kota Kecamatan Nusalaut. Jalan tersebut disebut telah mengalami kerusakan berat selama kurang lebih 20 tahun. Mengusulkan perbaikan talud pantai di Waihutete. Masyarakat juga meminta revitalisasi SD Negeri 34 Maluku Tengah dan SD Negeri Maluku Tengah di Negeri Sila.

Bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, khususnya kursi roda dan alat pendengar. Bantuan pembangunan pagar SD Negeri 168 Maluku Tengah.

Selain itu, persoalan air bersih di Kampung Bulu, Negeri Ameth, turut menjadi aspirasi yang disampaikan kepada wakil rakyat tersebut.

"Warga mengharapkan bantuan usaha bagi pelaku UMKM yang mengalami kekurangan modal untuk mengembangkan usaha mereka," bebernya.

Selain berbagai persoalan tersebut, masih terdapat sejumlah aspirasi lainnya yang disampaikan masyarakat dalam pertemuan tersebut.

Reses itu turut dihadiri Raja, Saniri, tokoh agama dan tokoh pemuda Negeri Ameth.
Raja Ameth, Wempi Dirk Parinussa, menyampaikan apresiasi kepada Sitaniapessy yang disebutnya sebagai anak Negeri Ameth yang terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat Nusalaut, khususnya warga Ameth.

"Kami sangat merasakan apa yang dilakukan oleh Bapa Cak selama menjadi wakil rakyat di Maluku Tengah," ucapnya bangga.

Parinussa juga mengajak masyarakat Ameth untuk terus memberikan dukungan kepada Sitaniapessy dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Maluku Tengah.

"Paling tidak kita semua berdoa supaya Bapa Cak tetap diberikan kesehatan dan kekuatan," tandasnya.

Reses di Negeri Ameth tersebut diawali dengan doa dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Majelis Jemaat Ibu Mal Mailoa.

Bagi Sitaniapessy, dua hari di Ameth bukan sekadar agenda reses. Dari kampung halaman itulah berbagai persoalan warga kembali dihimpun, dicatat dan dibawa sebagai bagian dari perjuangan agar pembangunan Nusalaut tidak terus berjalan di belakang daerah lain. (ji2)

1 Menyukai postingan ini