Wakil Bupati Mauhammad Djumpa berpose dengan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kepulauan Aru. (Ist)

Kafilah Aru Siap Berlaga di MTQ Maluku, Bawa Semangat Juara dan Persaudaraan

14

Ambon, JejakInfo.id – Semangat dan optimisme mengiringi kedatangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Kepulauan Aru di Kota Ambon. Kontingen yang akan berlaga pada ajang MTQ XXXI tingkat Provinsi Maluku itu tiba dengan tekad kuat untuk membawa pulang prestasi sekaligus menebarkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an.

Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhamad Djumpa, yang juga bertindak sebagai Ketua Rombongan Kafilah, memastikan seluruh peserta dalam kondisi siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pembukaan MTQ.

“Kami sudah tiba di Ambon dan seluruh peserta dalam kondisi baik serta siap mengikuti seluruh agenda MTQ,” ujar Djumpa, Senin (22/6).

Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru datang dengan kekuatan 55 orang, terdiri dari peserta, pelatih, official, dan para pendamping. Mereka akan bertanding pada enam cabang lomba dengan sembilan golongan yang diperebutkan.

Djumpa mengungkapkan, kontingen Aru datang bukan sekadar sebagai pelengkap. Mereka membawa target yang jelas: tampil maksimal dan meraih hasil terbaik.

“Ada empat hingga lima cabang yang menjadi target utama kami. Tentu harapan terbesar adalah meraih prestasi terbaik,” katanya penuh keyakinan.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Para peserta telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif selama beberapa bulan terakhir. Selain mematangkan kemampuan tilawah dan cabang lomba lainnya, kondisi fisik dan kesehatan peserta juga terus dipantau secara serius.

“Peserta sudah kami bina secara maksimal. Kesehatan mereka juga terus kami kontrol. Kami yakin mereka bisa tampil prima sampai seluruh perlombaan selesai,” tuturnya.

Namun bagi Djumpa, keikutsertaan Kabupaten Kepulauan Aru di ajang MTQ memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar podium juara.

Menurutnya, MTQ adalah ruang untuk memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami hadir bukan hanya untuk mengejar gelar juara. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat dihayati dan diterapkan dalam kehidupan. Kami berharap ajang ini mampu memperkuat iman, akhlak, dan karakter generasi muda Islam di Kepulauan Aru,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti keberagaman yang menjadi wajah Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan sekitar 30 kelompok etnis yang hidup berdampingan, semangat toleransi dan persaudaraan menjadi fondasi penting dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia berharap para peserta tidak hanya pulang dengan prestasi, tetapi juga membawa pengalaman berharga dalam membangun persaudaraan dan memperkuat nilai kebersamaan.

“Kami ingin peserta menjunjung tinggi akhlak mulia, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan sikap saling menghargai. Itu penting untuk memperkuat kerukunan hidup beragama di daerah kami,” katanya.

Ajang MTQ ini juga diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Aru untuk memperluas jaringan pertemanan serta menjalin silaturahmi dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku.

“Mudah-mudahan pengalaman selama MTQ menjadi bekal berharga bagi generasi muda Aru untuk terus berkembang dan ikut membangun daerah yang religius, damai, harmonis, dan maju,” kuncinya.

Sementara itu, Kepala LPTQ Kabupaten Kepulauan Aru, Armand Walay, juga menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan para peserta.

Meski waktu persiapan terbilang singkat, ia menilai kerja keras para pelatih dan semangat peserta menjadi modal besar untuk bersaing di ajang MTQ Provinsi Maluku 2026.

“Dengan kerja keras, latihan, dan doa bersama, kami berharap Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama daerah,” tutupnya. (ji5)