-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Sebanyak 25 putra terbaik Maluku resmi mengemban amanah besar. Mereka bukan sekadar berangkat mengejar prestasi di lapangan hijau, tetapi membawa harga diri, kebanggaan, dan harapan masyarakat Maluku untuk bersaing di panggung nasional.
Semangat itulah yang ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, saat secara resmi melepas Tim Banteng Maluku Raya U-17 menuju putaran nasional Liga Kampung Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/8).
Kompetisi yang akan berlangsung pada 10–24 Agustus 2026 itu menjadi panggung pembuktian bagi skuad muda hasil seleksi dari empat zona di Maluku. Mereka datang dengan latar belakang daerah yang berbeda, namun kini dipersatukan dalam satu identitas: Banteng Maluku Raya.
Prosesi pelepasan di Kantor DPD PDI Perjuangan Maluku berlangsung penuh semangat. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Maluku, para Ketua DPC, tim pelatih, manajemen, orang tua pemain, hingga seluruh atlet yang akan bertolak ke Surabaya.
Dalam sambutannya, Benhur menekankan bahwa nama Banteng Maluku Raya bukan sekadar identitas tim sepak bola. Nama itu, menurutnya, merupakan simbol persatuan, tekad, dan kebangkitan sepak bola Maluku yang harus dijaga oleh seluruh pemain.
Ia mengingatkan bahwa sejak mengenakan seragam Banteng Maluku Raya, para pemain tidak lagi membawa identitas kabupaten atau kota asal masing-masing.
"Hari ini kalian bukan lagi mewakili Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat ataupun Seram Bagian Timur. Kalian membawa nama besar Maluku dan Maluku Utara. Karena itu setiap langkah, sikap, dan permainan harus mencerminkan kebanggaan sebagai putra-putra terbaik daerah," tegas Benhur.
Menurutnya, sepak bola modern tidak hanya membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan individu yang baik, tetapi juga mental baja, disiplin tinggi, kekompakan, dan kemampuan bekerja sebagai sebuah keluarga besar.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain meninggalkan ego kedaerahan dan membangun solidaritas selama mengikuti turnamen.
"Kalau ingin menang, kalian harus bermain sebagai satu tim. Tidak boleh ada sekat. Kemenangan hanya lahir dari kerja sama, disiplin, saling percaya, dan kemauan untuk berjuang sampai peluit akhir berbunyi," ujarnya.
Menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai provinsi, Benhur juga meminta para pemain tidak merasa rendah diri. Ia meyakini kualitas pemain Maluku mampu bersaing dengan daerah mana pun apabila dibarengi disiplin dan kerja keras.
"Saya yakin kita mampu menang. Tetapi kemenangan tidak datang dengan sendirinya. Dengarkan arahan pelatih, hormati manajer, jaga kondisi fisik, tetap fokus, dan bermain dengan hati. Kalau itu dilakukan, saya percaya kalian bisa memberikan kejutan di tingkat nasional," katanya disambut tepuk tangan.
Tak hanya kepada para pemain, Benhur juga menitipkan pesan kepada jajaran pelatih agar mengedepankan profesionalisme dalam membina tim.
Menurutnya, seluruh pemain harus memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, bukan karena asal daerah atau kedekatan tertentu.
"Perlakukan semua pemain secara adil dan objektif. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Yang menjadi ukuran hanyalah kualitas, disiplin, semangat berlatih, dan profesionalisme," tegasnya.
Benhur turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sejak proses seleksi hingga pemusatan latihan.
Baginya, terbentuknya Banteng Maluku Raya merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan sepak bola Maluku.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen PDI Perjuangan terhadap olahraga bukanlah program sesaat. Partai, kata dia, ingin mengambil bagian dalam membangun generasi muda melalui pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
"Selama ini orang melihat PDI Perjuangan hanya berbicara soal politik. Padahal kami juga hadir dalam urusan kerakyatan. Pembinaan sepak bola adalah bagian dari upaya membentuk karakter anak-anak muda agar memiliki disiplin, sportivitas, jiwa kepemimpinan, profesionalisme, dan semangat nasionalisme," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Benhur memberikan penghormatan khusus kepada masyarakat Tulehu yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu lumbung pemain sepak bola terbaik Indonesia.
Ia mengenang jasa almarhum John Mailoa, sosok yang menggagas Tulehu Cup dan meletakkan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola usia muda di Maluku.
Menurut Benhur, semangat yang diwariskan para pelopor sepak bola Maluku harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin banyak talenta muda dari seluruh kabupaten dan kota mampu menembus level nasional hingga internasional.
Karena itu, ia memastikan pembinaan sepak bola usia muda akan terus menjadi agenda berkelanjutan DPD PDI Perjuangan Maluku.
"Ke depan pembinaan sepak bola akan menjadi agenda tahunan. Kita ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak Maluku untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional," tandasnya.
Menutup sambutannya, Benhur secara resmi melepas keberangkatan Tim Banteng Maluku Raya U-17 dengan doa dan harapan besar agar seluruh pemain mampu memberikan penampilan terbaik selama berlaga di Surabaya.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Tim Banteng Maluku Raya U-17 secara resmi saya lepas untuk mengikuti putaran nasional Liga Kampung Soekarno Cup Tahun 2026. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, tunjukkan bahwa anak-anak Maluku mampu bersaing, dan pulanglah dengan membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat Maluku," tutup Benhur. (ji1)

