-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Piru, JejakInfo.id — Aktivitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Maluku, Abdul Hamid Payapo, bersama Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, turun langsung meninjau pembangunan ruas jalan Piru–Lokki pada Jumat (6/3).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum melihat dari dekat hasil pekerjaan pembangunan jalan sepanjang 4,5 kilometer yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku.
Abdul Hamid Payapo yang akrab disapa Mito menjelaskan bahwa proyek tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. Meski tergolong cepat, ia menegaskan bahwa kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, seluruh komponen pendukung jalan turut dibangun dengan baik agar infrastruktur tersebut dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya pada badan jalan, tetapi juga dilengkapi dengan sistem drainase dan fasilitas pendukung lainnya agar jalan ini dapat bertahan lama serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran ruas jalan Piru–Lokki dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Seram Bagian Barat. Dengan akses yang lebih baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, distribusi hasil produksi menjadi lebih cepat, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang.
Di lokasi yang sama, Saadiah Uluputty memberikan apresiasi terhadap kualitas pembangunan jalan tersebut. Ia menilai pengerjaan ruas Piru–Lokki menunjukkan standar yang baik dan patut dijadikan contoh bagi pembangunan jalan di wilayah lain.
“Pekerjaannya sangat baik. Badan jalannya kokoh dan sistem drainasenya tertata rapi. Ini bisa menjadi contoh pembangunan jalan di daerah lain,” kata Saadiah saat meninjau lokasi proyek.
Kunjungan tersebut, menurut Saadiah, merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan setiap program pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam membuka akses wilayah serta mempercepat pergerakan barang dan jasa, khususnya di kawasan kepulauan seperti Maluku.
Saadiah juga menyinggung rencana lanjutan pembangunan ruas jalan Lokki–Iha Kulur sepanjang 6,25 kilometer yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026. Ia memastikan akan terus mengawal proses perencanaan hingga pelaksanaannya agar kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Kita ingin pembangunan jalan di Maluku tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar berkualitas dan mampu melayani masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Balai Cipta Karya Provinsi Maluku Andreas B. Wiarawan, Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Asrul Sanip Kaisuku, serta Kepala Bidang Bina Marga PUPR SBB Arafat.
Resmikan Tiga Jalan Tani
Selain meninjau pembangunan jalan nasional, rombongan juga meresmikan tiga ruas jalan tani yang berada di wilayah Desa Lokki dan Desa Ariate.
Peresmian berlangsung di Dusun Tanah Goyang, Desa Lokki. Tiga ruas jalan tani yang diresmikan meliputi Jalan Tani Dusun Olas di Desa Lokki, Jalan Tani Dusun Tanah Goyang di Desa Lokki, serta Jalan Tani Desa Ariate.
Pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun 2025.
Dengan total panjang sekitar 750 meter dan lebar dua meter, jalan tani ini diharapkan dapat mempermudah para petani dalam mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju permukiman maupun pasar.
Akses yang lebih baik diyakini akan mempercepat distribusi hasil bumi, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat di kawasan pedesaan. (tim)



