-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id – Laut biru yang membentang di Maluku Tenggara ternyata menyimpan kekayaan yang belum sepenuhnya tergarap. Di balik gugusan pulau dan garis pantai yang panjang, daerah ini berdiri sebagai salah satu sentra terbesar rumput laut dan kelapa di Provinsi Maluku.
Potensi itu ditegaskan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat memaparkan kekuatan ekonomi daerahnya pada Selasa (21/7).
Dengan nada optimistis, ia menyebut bahwa hamparan budidaya rumput laut di wilayahnya mencapai 8.000 hektare, namun yang benar-benar dikelola baru sekitar 2,5 persen.
“Rumput laut itu saya punya 8.000 hektare, sementara yang baru kami kelola sekitar 2,5 persen saja,” ungkap Thaher.
Pernyataan itu bukan sekadar data. Angka tersebut menggambarkan betapa luasnya ruang yang masih terbuka untuk investasi dan pengembangan industri berbasis kelautan. Jika selama ini masyarakat pesisir memanfaatkan sebagian kecil dari potensi yang ada, maka sisanya ibarat lahan emas yang menunggu disentuh.
Thaher menilai, pengembangan rumput laut tidak boleh berhenti pada aktivitas budidaya semata. Ia ingin komoditas ini naik kelas menjadi industri yang mampu memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau investor masuk, yang tumbuh bukan hanya produksi. Industri pengolahan juga bisa berkembang, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan masyarakat pesisir ikut meningkat,” katanya.
Harapan itu sejalan dengan kondisi Maluku Tenggara yang memiliki wilayah laut luas dan perairan yang relatif mendukung untuk budidaya rumput laut. Selama ini, hasil produksi sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonominya belum maksimal dirasakan oleh masyarakat.
Tidak hanya rumput laut, Maluku Tenggara juga dikenal sebagai salah satu daerah dengan hamparan perkebunan kelapa yang sangat luas. Pohon-pohon kelapa tumbuh hampir di setiap pulau dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. Dari buah, air, santan, hingga kopra, kelapa telah menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga.
Kombinasi antara kelapa dan rumput laut menjadikan Maluku Tenggara memiliki dua komoditas unggulan yang sama-sama berbasis pesisir. Satu tumbuh di daratan, satu berkembang di laut. Keduanya memberi peluang besar bagi pengembangan ekonomi biru yang kini mulai menjadi perhatian nasional.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun menyatakan komitmennya untuk terus mendorong sektor kelautan dan perkebunan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah. Kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor nasional maupun internasional, terus dibuka agar potensi yang selama ini tersembunyi dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan sumber pertumbuhan baru, Maluku Tenggara seolah sedang mengetuk pintu masa depan. Dengan laut yang luas dan kebun kelapa yang membentang, daerah ini tidak hanya menyimpan kekayaan alam, tetapi juga harapan besar untuk menjadi pusat ekonomi pesisir yang lebih maju di Maluku. (ji4)
