-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Ambon, JejakInfo.id – Sebanyak 417 siswa baru SMA Negeri 2 Ambon mengawali masa sekolah mereka dengan percakapan tentang kecerdasan buatan. Dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa belajar Artificial Intelligence (AI) langsung dari tim teknologi Gmango Inc. yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat.
Mengusung materi “AI & I: SMANDU Bergerak Cepat dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial”, kegiatan tersebut menghadirkan Jordy, Natalie, Carson, dan Celine dari tim Gmango. Sebanyak 417 siswa dibagi dalam dua sesi agar proses interaksi dan pembelajaran berlangsung lebih efektif.
Sejak pukul 11.40 hingga 13.40 WIT, ruang belajar di SMA Negeri 2 Ambon berubah menjadi ruang percakapan tentang teknologi dan masa depan.
Tim Gmango tidak sekadar memperkenalkan istilah Artificial Intelligence. Jordy, Natalie, dan Carson langsung mengambil alih proses pembelajaran, berdialog, menjawab pertanyaan, serta mengajak para siswa melihat bagaimana AI berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kelas berlangsung cair dan hangat. Teknologi yang kerap dianggap rumit dibicarakan dalam bahasa yang dekat dengan generasi muda.
AI & I: Ketika Kecerdasan Buatan Masuk dalam MPLS
Masuknya materi AI dan koding dalam kegiatan MPLS menjadi pendekatan berbeda yang dilakukan SMA Negeri 2 Ambon.
MPLS tidak hanya digunakan untuk memperkenalkan lingkungan dan tata tertib sekolah. Para siswa baru juga diperhadapkan dengan perubahan besar yang sedang terjadi di dunia pendidikan dan dunia kerja.
AI adalah salah satunya. Melalui tema “AI & I”, para siswa diajak memahami hubungan antara manusia dan kecerdasan buatan. Mereka tidak hanya diperkenalkan sebagai pengguna teknologi, tetapi didorong untuk mulai memahami cara berpikir di balik perkembangan teknologi.
Salah satu anggota tim Gmango, Jordy, memiliki pengalaman bekerja di bidang teknologi informasi di Microsoft sebelum bergabung dengan Gmango.
Pengalaman dari lingkungan teknologi global itu dibawa langsung ke ruang belajar SMA Negeri 2 Ambon.
Seattle memang berjarak ribuan kilometer dari Ambon. Namun, siang itu, siswa SMANDU tidak belajar AI melalui cerita tentang Silicon Valley atau membaca perkembangan teknologi dari layar.
Mereka berbicara langsung dengan praktisi teknologi yang bekerja di dalam ekosistem tersebut.
SMANDU Bergerak Cepat
Wakil Kepala SMA Negeri 2 Ambon, J. Sialana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Gmango AI Medicine dalam kegiatan MPLS.
Ia berterima kasih karena tim Gmango telah memberikan edukasi mengenai Artificial Intelligence kepada para siswa baru SMA Negeri 2 Ambon.
Kehadiran materi AI dinilai penting ketika perkembangan teknologi bergerak semakin cepat dan mulai memengaruhi cara manusia belajar, bekerja, dan mengambil keputusan.
Bagi sekolah, tantangannya bukan lagi sekadar menyediakan akses terhadap teknologi.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah siswa dipersiapkan untuk memahami teknologi yang mereka gunakan?
Dalam konteks itulah tema “SMANDU Bergerak Cepat dalam Koding dan Kecerdasan Artifisial” memperoleh relevansinya.
Literasi AI bukan semata kemampuan menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Literasi AI juga menyangkut kemampuan memahami manfaat, keterbatasan, risiko, dan tanggung jawab manusia dalam menggunakan teknologi.
Dari AI Medicine ke Ruang Kelas
Gmango selama ini mengembangkan teknologi berbasis AI, termasuk dalam bidang kesehatan melalui AI Medicine dan layanan AIKO.
Namun, melalui program edukasi di SMA Negeri 2 Ambon, percakapan tentang AI diperluas ke lingkungan pendidikan.
Bagi generasi muda, memahami AI menjadi semakin penting. Perkembangan kecerdasan buatan diperkirakan akan terus mengubah pola pendidikan, jenis pekerjaan, serta kompetensi yang dibutuhkan pada masa mendatang.
Karena itu, siswa perlu memperoleh ruang untuk bertanya dan mengenal teknologi secara kritis sejak dini.
Bukan untuk menjadikan seluruh siswa sebagai programmer. Bukan pula untuk mengajarkan bahwa AI memiliki jawaban atas semua persoalan.
Tetapi untuk memastikan generasi muda tidak tumbuh sebagai penonton di tengah perubahan teknologi.
Percakapan tentang Masa Depan
Dua sesi pembelajaran itu berakhir pada pukul 13.40 WIT.
Ada 417 siswa baru. Ada empat anak muda dari tim teknologi Gmango. Ada guru-guru yang membuka ruang bagi sebuah percakapan baru.
Dan ada satu kenyataan yang tidak dapat dihindari: Artificial Intelligence telah masuk semakin jauh ke dalam kehidupan generasi muda.
Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan hadir. AI sudah hadir.
Pertanyaannya kini adalah bagaimana sekolah mempersiapkan siswa untuk memahami, menggunakan, dan mengkritisinya.
SMA Negeri 2 Ambon memilih bergerak cepat.
Hari itu, dalam kegiatan MPLS, siswa SMANDU belajar tentang AI. Langsung dari tim teknologi Seattle. Sebab masa depan teknologi seharusnya tidak hanya memiliki pengguna dari Ambon. Suatu hari, ia juga harus memiliki pencipta dari Ambon. (NM)



