-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




JejakInfo.id – Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Pdt Elifas Tomix Maspaitella, M.Si melantik Prof Dr John Ruhulessin, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu (18/10).
Penunjukan dan pelantikan Profesor John Ruhulessin bertepatan dengan masa jabatan Rektor UKIM, Pdt Dr Henky Herzon Hetharia, M.Th telah berakhir sejak 14 Oktober, kemarin.
Proses ini berlangsung di Aula Kampus UKIM yang diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt Dr Margaretha M Hendriks/Ririmasse, M.Th.
Pendeta Hendriks dalam khotbahnya menekankan, pergantian kepemimpinan adalah proses alami, dan ini adalah suatu proses Teologis. Sebab apa? UKIM dihadirkan oleh Allah di tengah-tengah GPM, di tengah-tengah masyarakat Maluku, dan Indonesia secara umum, untuk bersaksi tentang kemuliaan Tuhan.
"Kepemimpinan UKIM harus bermetamorfosis untuk semakin baik guna menyatakan kesaksian tentang Kuasa dan Kemuliaan Tuhan," ingatnya.
Ia mencontohkan, ketika Nabi Musa memimpin bangga Israel keluar dari tanah perbudakan di Mesir, selanjutnya menyerahkan tongkat kepemimpinan itu kepada Yosua. Banyak persoalan yang dihadapi, namun Allah terus menyatakan kehendak dan kemuliaan kepada Nabi Yosua dalam tugas menggembalakan umat pilihanNya.
Demikian juga dengan UKIM. Banyak masalah dan tantangan secara internal, juga eksternal terjadi, bahkan masih dialami sampai saat ini.
Kepada Plt Rektor, ia berpesan untuk tetap beradaptasi dalam mengelola kesempatan yang ada. Karena itu, pergantian kepemimpinan adalah sesuatu hal yang dibutuhkan.
"Segala kekurangan dan kelebihan baik dari Pak Henky maupun Profesor Ruhulessin, kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Waktu yang diberikan sedikit, tapi kita berdoa semoga kepercayaan ini mampu digunakan dengan sebaik-baiknya demi kemuliaan Tuhan, dan demi kemajuan UKIM," pesannya.
Pdt Dr Henky Herzon Hetharia, M.Si dalam sepatah kata mengutip pesan Kitab Pengkhotbah 3 bahwa segala sesuatu ada waktunya. Segala sesuatu memulai dan segala sesuatu mengakhiri.
"Saya berterima kasih selama 4 tahun dipercayakan oleh gereja, senat UKIM, Yaperti, para dosen, tenaga kependidikan, para mahasiswa, selama memimpin UKIM. Bukan berapa lama kita hidup, tapi bagaimana kita menghidupkan tahun-tahun kita," ucapnya haru.
Ia mengaku, sejak 4 tahun memimpin UKIM, ada banyak hal yang telah dilakukan, bahkan banyak kekurangan yang dialami. Keberhasilan bukan semata-mata miliknya, tapi atas dukungan civitas akademika.
"Jika ada kekurangan yang saya lakukan selama ini, saya mohon maaf untuk keterbatasan dan yang belum saya lakukan. Tak ada gading yang tak retak, tak ada hujan yang tak membasahi bumi," seru Pendeta Henky yang adalah salah satu bakal calon Ketua MPH Sinode GPM itu.
Meski telah mengakhiri tugasnya, Pendeta Henky telah meninggalkan legacy dalam pengelolaan anggaran UKIM yang mengalami surplus Rp37,1 milyar.
"UKIM membutuhkan nakhoda atau pilot yang baik. Beta percaya Plt Rektor yang baru dilantik akan menjadi pilot yang baik untuk membawa UKIM mendapatkan seorang pilot yang definitif. Saya menaruh harapan itu kepada Profesor John Ruhulessin," tutupnya.
Di tempat yang sama, Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella menyebut, bahwa proses penetapan Plt Rektor adalah keputusan bersama Gereja, Senat UKIM dan Yaperti.
"Kami berharap, dengan dilantiknya Plt Rektor dan dalam masa tugas yang begitu singkat, dapat mempercepat agenda akademik. Sebab di akhir 2025, akan dilakukan wisuda gelombang ke-2 UKIM tahun ajaran 2025/2026. Sehingga di dalam waktu 1 bulan ini, Plt Rektor dapat mengkonsolidasikan UKIM dalam tahapan pemilihan Rektor sehingga mendapat Rektor yang definitif," pesannya.
Karena itu ia menegaskan, pelantikan MPH Sinode akan berlangsung 26 Oktober mendatang. Karena itu, proses selanjutnya ialah mempercepat pembentukan organ yayasan berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
"Pak Son, terima kasih. Ini tugas gereja, tugas yang telah pak tunaikan bersama dengan MPH dan yayasan. Kepada Senat UKIM, kita semua adalah kesatuan tubuh kristus, perbedaan anggota tubuh adalah sesuatu yang Teologis. Terima kasih atas dukungannya," tutup Pendeta Maspaitella seraya memohon dukungan dari seluruh civitas akademika UKIM terhadap pelaksanaan Sidang ke-39 Sinode GPM.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XII dalam sambutannya yang diwakili Steve Moniharapon menegaskan, pergantian kepemimpinan adalah suatu kewajiban dalam birokrasi kampus.
Ia berterima kasih kepada mantan Rektor Pdt Dr Henky Herzon Hetharia, M.Th telah banyak prestasi dan capaian yang ditorehkan selama kepemimpinannya di UKIM.
UKIM adalah satu-satunya perguruan tinggi swasta yang memiliki banyak guru besar dari 46 perguruan tinggi swasta di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Sekarang sudah 6 guru besar, mudah-mudahan kedepan akan ada lagi guur besar yang bertambah dari kampus orang basudara ini.
"Selamat kepada Plt Rektor atas amanah yang diemban. Tugas ini tidak ringan, namun dengan dukungan semua pihak, UKIM akan maju dan berjaya kedepan," kuncinya. (ji1)



