KMP Bahtera Nusantara 02 siap membelah laut Maluku, Kamis (18/12). (Ist)

KMP Bahtera Nusantara 02 Kembali Membelah Laut Maluku, Harapan Baru Jalur Ambon–Banda–Tual

643

Ambon, JejakInfo.id — Setelah hampir dua tahun tak terdengar kabarnya, KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya kembali menampakkan geliatnya.

Mulai Kamis malam, 17 Desember 2025, kapal milik PD Panca Karya itu dijadwalkan kembali membelah laut Maluku, melayani rute vital Ambon–Banda–Tual pulang-pergi. Waktu pelayaran yang dipilih pun bukan kebetulan: tepat menjelang lonjakan mobilitas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Bagi masyarakat kepulauan, kembalinya kapal ini lebih dari sekadar jadwal pelayaran. Selama masa vakum, arus penumpang dan distribusi barang ke Banda dan Tual kerap tersendat. Biaya logistik melonjak, pilihan transportasi laut menyempit, dan denyut ekonomi ikut melambat. Karena itu, ketika Bahtera Nusantara 02 kembali beroperasi, ia membawa serta harapan baru bagi konektivitas Maluku.

Kembalinya kapal ini juga menandai langkah awal kebangkitan PD Panca Karya di bawah kepemimpinan manajemen baru. Direktur Utama Muhammad Rany Tualeka, bersama Direktur Keuangan Maya Beatriecs Kailola dan Direktur Operasional Syaifuddin Go, dengan sokongan Dewan Pengawas Johny Wattimena, Oyang Orlando Petrusz, dan Ayu Hasanusi, bergerak cepat membalikkan keadaan.

Armada yang sempat terhenti sejak 2023 kini kembali siap melayani publik. Di balik itu, terdapat dorongan kuat dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang terus menekankan agar BUMD tidak berjalan di tempat. Profesionalisme dan keberpihakan pada kebutuhan rakyat menjadi pesan yang konsisten digaungkan.

“Gubernur selalu mengingatkan kami untuk tidak bekerja biasa-biasa saja. Kami dituntut menghadirkan solusi nyata. Kembalinya Bahtera Nusantara 02 ini adalah jawaban atas kebutuhan konektivitas masyarakat Maluku,” ujar Direktur Utama PD Panca Karya, M. Rany Tualeka, Rabu (17/12).

Mantan anggota DPRD Maluku Tengah itu menegaskan, lintasan Ambon–Banda–Tual merupakan urat nadi mobilitas penumpang dan logistik. Dengan beroperasinya kembali kapal ini, arus orang, barang, dan kendaraan diharapkan kembali lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan roda ekonomi wilayah kepulauan bergerak lebih stabil.

Untuk melayani masyarakat, PD Panca Karya telah menetapkan tarif penumpang sesuai ketentuan. Tiket ekonomi dewasa untuk rute Ambon–Banda dipatok Rp140.800, Banda–Tual Rp154.500, dan Ambon–Banda–Tual Rp295.300. Sementara tarif anak masing-masing Rp100.000, Rp109.600, dan Rp209.600. Kelas bisnis dewasa ditetapkan Rp190.800 untuk Ambon–Banda, Rp224.500 untuk Banda–Tual, dan Rp415.000 untuk Ambon–Banda–Tual, dengan tarif anak menyesuaikan.

Tak hanya penumpang, KMP Bahtera Nusantara 02 juga melayani angkutan kendaraan dari golongan I hingga IX, baik untuk kebutuhan penumpang maupun barang, dengan tarif yang disesuaikan jenis kendaraan dan lintasan.

Direksi menegaskan, pengoperasian kembali kapal ini bukan sekadar menghidupkan jadwal pelayaran, melainkan bagian dari perubahan cara kerja PD Panca Karya. 

“Ini baru langkah awal. Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku, kami berkomitmen membenahi layanan transportasi laut secara berkelanjutan dan mengembalikan kepercayaan publik,” tegas Tualeka.

Kini, dengan Bahtera Nusantara 02 kembali mengarungi laut, PD Panca Karya optimistis dapat memperkuat perannya sebagai penggerak konektivitas antarwilayah. Di provinsi kepulauan seperti Maluku, satu kapal yang kembali berlayar bisa berarti banyak: menyatukan pulau-pulau, menggerakkan ekonomi, dan menghidupkan harapan. (ji2)