KMP Tatihu, armada milik Perumda Panca Karya telah melayari rute penyeberangan Hunimua-Waipirit sejak 21 Juli 2026. (Ist)

KMP Tatihu Kembali Berlayar, Perumda Panca Karya Perkuat Layanan Penyeberangan Hunimua–Waipirit

73

Ambon, JejakInfo.id – Upaya Perumda Panca Karya memperkuat layanan transportasi laut di Maluku terus menunjukkan hasil. Setelah melewati proses perawatan dan seluruh tahapan pemeriksaan kelayakan, KMP Tatihu akhirnya kembali beroperasi dan resmi melayani lintasan penyeberangan Hunimua–Waipirit sejak Senin 21 Juli 2026.

Kembalinya KMP Tatihu menjadi angin segar bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur penyeberangan tersibuk di Maluku tersebut. Kehadiran armada tambahan diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan, mempercepat mobilitas penumpang, serta memperlancar distribusi barang antara Pulau Ambon dan Pulau Seram.

Direktur Operasional Perumda Panca Karya, Syarifudin Goo, mengatakan KMP Tatihu sebelumnya menjalani docking sejak Oktober 2025 sebagai bagian dari perawatan rutin kapal. Setelah seluruh pekerjaan selesai dan kapal dinyatakan memenuhi persyaratan teknis serta administrasi untuk berlayar, armada tersebut akhirnya kembali dioperasikan.

"Setelah melalui proses docking, pemeriksaan, serta melengkapi seluruh dokumen kelayakan operasi, KMP Tatihu mulai kembali melayani masyarakat pada 21 Juli 2026," ujar Syarifudin kepada JejakInfo.id, Rabu (22/7).

Dengan beroperasinya KMP Tatihu, kini terdapat enam kapal yang melayani lintasan Hunimua–Waipirit. Tiga di antaranya merupakan armada Perumda Panca Karya, yakni KMP Tanjung Kuako, KMP Sardinela, dan KMP Tatihu, sedangkan tiga armada lainnya dioperasikan oleh ASDP.

Menurut Syarifudin, penambahan armada merupakan langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan. Jalur Hunimua–Waipirit selama ini dikenal sebagai salah satu lintasan dengan tingkat mobilitas penumpang dan kendaraan paling padat di Provinsi Maluku, terutama saat akhir pekan, musim liburan, maupun hari-hari besar keagamaan.

"Tambahan satu armada ini membuat pelayanan menjadi lebih optimal. Kepadatan penumpang dan kendaraan yang biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu kini bisa lebih mudah diurai sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman," katanya.

Ia menambahkan, pada periode tertentu seperti libur nasional dan hari raya keagamaan, pola operasi kapal juga akan ditingkatkan dengan pelayanan hingga 24 jam untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain memperkuat pelayanan melalui penambahan armada aktif, Perumda Panca Karya juga terus menjalankan program peremajaan dan perawatan kapal secara bertahap. Saat ini masih terdapat tiga kapal yang berada dalam proses docking, yakni KMP Badar Leon, KMP Luri Amar, dan KMP Teluk Ambon.

Syarifudin menjelaskan, KMP Badar Leon, yang sebelumnya melayani lintasan Hunimua–Waipirit, sedang dipersiapkan untuk kembali menjalani docking sebagai bagian dari perawatan berkala. Setelah proses tersebut selesai, kapal akan kembali dioperasikan untuk melayani masyarakat.

"Perawatan rutin merupakan kewajiban agar seluruh armada tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kami ingin memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar dalam kondisi prima," tegasnya.

Tidak hanya fokus pada kesiapan armada, Perumda Panca Karya juga terus melakukan pembenahan sistem pelayanan. Salah satunya dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS di atas kapal. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan transaksi yang lebih transparan, memudahkan penumpang, sekaligus menutup ruang terjadinya pungutan liar.

"Kami ingin pelayanan semakin modern, transparan, dan akuntabel. Karena itu pembayaran fasilitas di atas kapal kini diarahkan menggunakan QRIS sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman," pungkas Syarifudin. (ji6)