Anggota DPR RI, Alimudin Kolatlena, diwawancarai usai memberikan materi pada Diklat Laskar Gerindra Maluku di Kampus Unidar Tulehu, Kamis (1/10), didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku, Jhon Laipeny, dan Pelatih Mustafa Sangadji. (Ist)

Kolatlena Bongkar Tantangan Menuju 2029: “Laskar Gerindra Maluku Harus Jadi Garda Terdepan Edukasi Politik”

43

Tulehu, JejakInfo.id — Partai Gerindra mulai menyiapkan barisan kadernya jauh sebelum Pemilu 2029. Konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur partai, tetapi juga membangun kapasitas kader agar mampu memahami dinamika politik, perubahan regulasi pemilu, hingga tantangan informasi di tengah masyarakat.

Pesan itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena, usai memberikan materi penguatan kapasitas kepada 312 peserta Diklat Laskar Gerindra Maluku di Kampus Universitas Darussalam Tulehu, Kamis (1/10/2026).

Kolatlena menegaskan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab anggota Fraksi Gerindra DPR RI untuk memberikan penguatan kepada kader partai, khususnya Laskar Gerindra yang mengikuti diklat angkatan pertama di Provinsi Maluku.

Menurutnya, kader partai tidak cukup hanya memiliki loyalitas. Mereka juga harus dibekali pengetahuan politik yang memadai agar mampu memahami perubahan yang terjadi dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Ini bentuk tanggung jawab dan perhatian kami sebagai anggota Fraksi Gerindra DPR RI Dapil Maluku untuk memberikan penguatan kepada Laskar Partai Gerindra yang mengikuti diklat angkatan pertama di Provinsi Maluku,” kata Kolatlena.

Materi yang diberikan menyentuh sejumlah isu strategis, mulai dari perubahan sistem pemilu, berbagai putusan Mahkamah Konstitusi, wacana perubahan atau amandemen Undang-Undang Pemilu yang sedang menjadi perhatian DPR RI, hingga perkembangan geopolitik global.

Kolatlena menilai, seluruh dinamika tersebut penting dipahami kader karena akan berpengaruh terhadap arah politik nasional maupun daerah.

Lebih jauh, ia mengingatkan adanya perubahan besar dalam karakter pemilih pada Pemilu 2029. Generasi milenial, Gen Z, bahkan generasi Alfa akan menjadi bagian dominan dalam komposisi pemilih.

“Pada 2029, pemilih milenial, Gen Z dan Gen Alfa diperkirakan berada pada kisaran 60 sampai 70 persen. Sebagai partai politik, kita harus memikirkan strategi menghadapi perubahan karakter pemilih ini,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, tugas partai politik tidak semata-mata berbicara mengenai kemenangan elektoral. Partai juga memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Menurut Kolatlena, persiapan menuju Pemilu 2029 harus dilakukan sejak dini. Kaderisasi dan konsolidasi tidak boleh baru bergerak ketika tahapan pemilu sudah dimulai.

“Selain target untuk memenangkan Pemilu 2029, meskipun masih jauh, sebagai partai politik kita sudah harus mempersiapkan diri sejak dini,” tegasnya.

Ia mengatakan, banyaknya perubahan regulasi dan munculnya berbagai keputusan Mahkamah Konstitusi membuat partai politik harus terus memperbarui pengetahuan kadernya.

Bagi Gerindra, lanjut Kolatlena, proses tersebut harus berjalan secara berjenjang dan menyentuh seluruh tingkatan organisasi di daerah.

“Yang paling penting adalah tanggung jawab partai politik untuk memberikan pendidikan politik dan proses kaderisasi yang berjenjang pada semua level di tiap daerah,” jelasnya.

Laskar Gerindra Diminta Pahami Persoalan Bangsa

Kepada 312 peserta diklat, Kolatlena berharap Laskar Gerindra Maluku tidak sekadar menjadi bagian dari struktur pendukung partai, tetapi mampu tampil sebagai kader yang memiliki wawasan politik dan memahami persoalan bangsa.

Ia meminta para peserta memanfaatkan diklat tersebut untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan mengenai demokrasi, politik, kebangsaan, serta berbagai persoalan yang sedang dihadapi Indonesia.

“Sebagai kader partai tentu kita harus punya pengetahuan terhadap problem yang kita hadapi oleh bangsa kita,” paparnya.

Menurutnya, kader yang memiliki pengetahuan akan lebih siap menghadapi berbagai dinamika politik dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat secara lebih bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus informasi, Kolatlena juga menempatkan kader sebagai bagian penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Ia berharap Laskar Gerindra dapat menjadi komunikator partai di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi beredarnya informasi yang tidak benar, misinformasi maupun hoaks yang berkaitan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di tingkat nasional maupun Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di tingkat daerah.

“Teman-teman ini bisa menjadi corong Partai Gerindra di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan meluruskan informasi-informasi yang sesat maupun hoaks yang berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa kader tidak boleh merespons setiap informasi secara serampangan. Dibutuhkan pengetahuan, kemampuan memahami persoalan dan kecakapan menyampaikan informasi secara tepat.

“Sebagai kader partai, tanggung jawab kita juga untuk bisa mencerahkan atau memberikan edukasi kepada masyarakat kita,” tandasnya.

Loyal kepada Partai, Loyal kepada Bangsa

Kolatlena berharap pendidikan dan konsolidasi yang diberikan melalui Diklat Laskar Gerindra Maluku dapat membentuk kader yang memiliki loyalitas sekaligus kesadaran kebangsaan.

Baginya, loyalitas kepada partai harus berjalan seiring dengan loyalitas terhadap bangsa dan negara.

Ia menegaskan, Gerindra membawa nilai Pancasila, nasionalisme dan demokrasi yang harus dipahami serta diwujudkan oleh seluruh kader dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya peserta diklat ini loyal terhadap Partai Gerindra. Dan ketika loyal kepada Partai Gerindra, tentu mereka juga harus loyal kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan bekal tersebut, Laskar Gerindra Maluku diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan internal partai, tetapi juga mampu mengambil peran di tengah masyarakat melalui pendidikan politik, komunikasi yang sehat dan pemahaman terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Diklat angkatan pertama ini sekaligus menjadi salah satu langkah awal Gerindra Maluku membangun kesiapan kader menghadapi dinamika politik yang terus bergerak menuju Pemilu 2029. (ji1)

1 Menyukai postingan ini