-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Maluku sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di daerah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Saiful saat diwawancarai JejakInfo.id di Ambon, Minggu (31/5).
Saiful mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepadanya untuk mengemban jabatan sebagai Komisaris Utama PT PLN Energi Gas.
Menurutnya, amanah tersebut memiliki makna tersendiri karena tidak banyak putra daerah Maluku yang mendapat kesempatan memimpin di level strategis perusahaan energi nasional. Karena itu, posisi yang kini diembannya akan dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus memperkuat kontribusi Maluku dalam pembangunan nasional.
“Kepercayaan ini tentu menjadi tanggung jawab besar. Saya ingin memastikan kehadiran saya di PLN Energi Gas bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.
Saiful menilai, sejumlah agenda strategis sektor energi di Maluku memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawabnya saat ini. Selain Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Gas Abadi Masela dan Blok Seram Non Bula, pembangunan PLTP menjadi salah satu fokus utama yang harus mendapat perhatian serius.
Ia mengingatkan bahwa pada April 2025 lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah melakukan kunjungan kerja ke Maluku dan memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan energi panas bumi di wilayah tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas berada di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru. Kawasan itu saat ini tengah dikembangkan oleh PT Wapsalit Geothermal Power (WGP) dan memiliki potensi panas bumi sekitar 20 megawatt.
Selain Wapsalit, kawasan Tulehu juga menyimpan potensi energi panas bumi sebesar 20 megawatt. Bahkan, menurut Saiful, terdapat lokasi lain yang telah diketahui Menteri ESDM dengan potensi mencapai 25 megawatt.
“Potensi-potensi ini harus dimaksimalkan. Ini akan menjadi perhatian bersama kami di PLN Energi Gas agar dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai putra asli Maluku, Saiful menegaskan dirinya akan terus mendorong agar proyek-proyek energi bersih tersebut berjalan sesuai target. Baginya, pembangunan PLTP bukan sekadar proyek kelistrikan, tetapi juga langkah penting untuk menghadirkan pasokan energi yang lebih merata, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah Maluku.
Terlebih, proyek tersebut telah masuk dalam draf Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menempatkan energi baru terbarukan sebagai salah satu pilar utama pembangunan sektor ketenagalistrikan nasional.
Saiful optimistis pemanfaatan panas bumi akan menjadi titik balik bagi Maluku untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak dan energi fosil lainnya.
“Kita harus bergerak menuju energi yang lebih bersih. Ketika pembangkit-pembangkit lama berbahan bakar diesel sudah tidak lagi efisien, maka secara bertahap akan digantikan oleh energi baru terbarukan. Ini merupakan komitmen pemerintah sekaligus bagian dari upaya Indonesia menjawab tantangan transisi energi global,” tegasnya. (ji1)





