Foto bersama dengan kontingen LASQI Maluku saat tiba di Ambon, Selasa (9/12). (Ist)

Kontingen Maluku Sabet Juara II LASQI Fest Nusantara

63

Ambon, JejakInfo.id — Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman Kantor Gubernur Maluku ketika Kontingen Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Maluku tiba, membawa pulang prestasi membanggakan dari LASQI Fest Nusantara 2025 di Kabupaten Bogor. 

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath menyambut mereka dengan hangat, lengkap dengan tepuk tangan para ASN dan tamu yang hadir.

Dalam sambutannya, Gubernur Lewerissa tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia memuji ketekunan para peserta, pelatih, dan jajaran DPW Lasqi Nusantara Jaya Maluku yang berhasil mengharumkan nama daerah.

“Prestasi ini bukan hanya soal juara, tetapi bukti bahwa seni qasidah tumbuh subur di Maluku dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ajang pemilihan duta qasidah bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang dakwah, sekaligus wadah melestarikan budaya Islam yang telah lama mengakar di Maluku. 

“Ini momentum untuk memperkuat ukhuwah dan menjaga warisan seni religi kita,” katanya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda agar kecintaan mereka terhadap seni qasidah terus tumbuh. Pemerintah, tegasnya, akan tetap memberikan dukungan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Visi daerah, “Maluku Maju, Maluku Sejahtera — Par Maluku Pung Bae,” menurutnya, harus tercermin juga dalam penguatan seni dan budaya.

Kontingen Maluku sendiri pulang dengan hasil gemilang: 12 piala dari berbagai kategori, menjadikan mereka salah satu kontingen terbaik di ajang yang diikuti 1.500 peserta dari 25 provinsi tersebut.

Dari kategori Pop Religi hingga BiVo dan Klasik, nama-nama putra-putri Maluku kembali bersinar, di antaranya Afriyan Hehanussa, Asrun Mara, Iksan, Nunung Mutia, Khayra Ziani Keliwooy, Juastrid Wangsi, Rasni Kamala, Faudzan Sadzil Papalia, dan Wa Ode Alya Nabila.

Prestasi ini menjadi penegas bahwa Maluku bukan hanya kuat dalam tradisi, tetapi juga dalam kemampuan seni religi yang terus berkembang pesat di kancah nasional. (ji3)