Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun melantik pejabat eselon III dan IV, Jumat (7/11). (Foto: Diskominfo Malra)

Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Thaher: “Jabatan Adalah Simbol, Bukan Kehormatan”

179

Langgur, JejakInfo.id — Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara terasa hening sesaat sebelum Bupati Muhamad Thaher Hanubun berdiri dan membuka lembaran sambutannya.

Di hadapan para pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, ia tidak berbicara panjang soal jabatan, tetapi tentang makna pengabdian.

“Jabatan yang diemban bukanlah simbol kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral,” ujar Thaher tegas, Jumat (7/11).

Ia menegaskan, pelantikan bukanlah sekadar seremoni atau pengisian kursi kosong di struktur birokrasi, melainkan panggilan pengabdian untuk membangun Maluku Tenggara.

Bagi Thaher, di pundak para pejabat tertumpu harapan masyarakat. Mereka yang menanti pelayanan cepat, tepat, dan manusiawi.

“Jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama, apalagi untuk hal-hal sederhana. Tampil di depan mereka, layani dengan hati,” pesan Bupati dengan nada yang menggugah.

Dalam sambutannya, Thaher menyebut birokrasi sebagai “mesin penggerak perubahan”. Karena itu, integritas, loyalitas, profesionalitas, dan semangat gotong royong adalah kunci yang tak boleh luntur dari seorang aparatur negara.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dan tanggung jawab di semua level jabatan. Bahkan, secara khusus ia meminta Staf Ahli Bupati untuk mencatat pejabat eselon II yang absen dalam pelantikan, sebagai bentuk evaluasi kedisiplinan.

“Kalau kepala dinas tidak disiplin, maka stafnya pun akan ikut abai,” katanya lantang, disambut hening peserta pelantikan.

Bupati tak lupa menyoroti peran penting camat sebagai ujung tombak pelayanan publik di lapangan.

Menurutnya, camat bukan sekadar administrator, melainkan juga pemimpin sosial, mediator, dan motor pembangunan.

“Camat harus hadir di tengah rakyatnya, mengenal persoalan, memahami kebutuhan, dan mencari solusi bersama masyarakat,” tandasnya.

Kepada pejabat eselon III dan IV, Thaher menekankan pentingnya semangat kerja kolektif dan loyalitas pada pimpinan. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berubah menjadi bibit perpecahan.

“Jangan mencari kesalahan orang lain untuk menjatuhkan mereka. Belajarlah dari kekurangan pimpinan untuk memperbaiki pelayanan,” ucapnya penuh makna.

Dalam arahannya, Bupati juga menegaskan dukungan penuh Pemkab Maluku Tenggara terhadap sejumlah program prioritas nasional dan daerah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Ia meminta para camat dan pejabat baru untuk mengawal pelaksanaan program tersebut agar benar-benar dirasakan masyarakat.

Lebih jauh, Thaher menegaskan bahwa birokrasi ke depan harus modern, transparan, dan inovatif, namun tetap berpijak pada kearifan lokal. Digitalisasi pelayanan publik, katanya, harus diiringi dengan pendekatan yang manusiawi.

Di akhir sambutannya, suara Bupati melembut, namun pesannya tajam menembus ruangan.

“Saya memilih Saudara-saudara bukan karena kedekatan, tetapi karena kemampuan. Sejarah akan mencatat, apakah masa pengabdian Saudara menjadi titik di mana birokrasi Maluku Tenggara lebih responsif, lebih melayani, dan lebih manusiawi,” tandasnya.

Di ruangan itu, tepuk tangan mengiringi pesan moral yang menegaskan satu hal: di bawah kepemimpinan Muhamad Thaher Hanubun, jabatan bukan sekadar kursi, tapi janji kepada rakyat. (ji4)