-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Publik Kabupaten Buru digegerkan dengan dugaan pesta narkoba yang menyeret seorang ajudan Wakil Bupati Buru berinisial A. Yang lebih mengejutkan, pesta tersebut diduga berlangsung di rumah dinas anggota Polri di kawasan Aspol Jikubesar, Kota Namlea.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rumah yang ditempati A diduga dijadikan lokasi pesta sabu bersama sejumlah rekannya. A diketahui merupakan anggota Polri yang bertugas sebagai ajudan Wakil Bupati Buru.
“Itu dipakai di rumah dinas ajudan Wakil Bupati, di Aspol Jikubesar. Dia kan anggota Polri,” ungkap seorang sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (13/5).
Sumber tersebut juga mengungkap fakta lain yang tak kalah mengejutkan. Penangkapan terhadap para terduga pelaku ternyata disebut telah dilakukan sekitar 10 hari lalu, namun baru diketahui publik belakangan ini.
“Penangkapannya sudah sejak 3 Mei 2026. Tapi baru tercium publik sekarang,” katanya.
Kasus ini langsung menyita perhatian masyarakat karena melibatkan aparat penegak hukum dan orang dekat pejabat daerah. Apalagi, penggerebekan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Buru di sebuah rumah di Kota Namlea pada Selasa (12/5).
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan lima orang yang diduga tengah berpesta narkoba. Selain ajudan Wakil Bupati berinisial A, tiga orang lain yang diamankan diketahui merupakan anggota kepolisian. Mereka masing-masing berinisial W dan Y yang merupakan personel Polres Buru, serta P yang bertugas di Polda Maluku. Sementara satu orang lainnya merupakan warga sipil berinisial G.
Dari lokasi penggerebekan, petugas menemukan barang bukti sekitar 30 gram yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Seluruh terduga pelaku langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami asal-usul barang haram tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus ini.
Kasi Humas Polres Buru, Ipda Jaya, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, ia belum bersedia membeberkan detail perkara dengan alasan proses penyelidikan masih berjalan.
“Memang ada penangkapan. Tetapi kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan,” ujar Ipda Jaya singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang maupun Kasi Humas Polres Buru belum memberikan tanggapan lebih lanjut saat dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan. (ji2)


