-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id — Suasana Desa Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kamis (6/11), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan ke balai desa dengan membawa kartu identitas dan harapan: bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis tanpa harus menyeberang laut.
Di sanalah, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) digelar — sebuah inisiatif dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa jarak dan laut bukan alasan untuk menunda hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan medis yang layak.
“Kami ingin memastikan pelayanan ini benar-benar menyentuh masyarakat desa, bukan hanya seremonial,” ujar Mega Azizah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, di sela kegiatan.
Selama empat hari, mulai 5 hingga 8 November, tim kesehatan menyusuri daerah kepulauan dengan membawa tenaga ahli dan peralatan medis. Lima dokter spesialis diterjunkan: penyakit dalam, saraf, anak, kandungan, serta gigi dan bedah mulut. Salah satu layanan yang paling dinanti warga adalah pemeriksaan USG langsung di lokasi. Fasilitas yang selama ini hanya tersedia di kota.
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dan tenaga medis dari puskesmas setempat turut memperkuat kegiatan ini. Obat-obatan disediakan lengkap, dan setiap warga yang datang menjalani alur pelayanan yang rapi: mulai dari pendaftaran, skrining awal, pemeriksaan dokter spesialis, hingga pengambilan obat.
“Kami memang fokus di desa, karena di sanalah masyarakat paling sulit menjangkau layanan kesehatan. Tahun ini di Ohoira, setelah tahun lalu sukses di Kei Besar,” jelas Mega.
Setelah Maluku Tenggara, rombongan PKB akan bergerak ke sejumlah wilayah lain di Maluku — dari Seram Bagian Barat hingga Maluku Barat Daya — membawa semangat yang sama: mendekatkan layanan kesehatan ke pelosok negeri.
Tak hanya pelayanan langsung, tim juga memantau pengembangan telemedicine di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, sebagai langkah memperkuat layanan digital kesehatan di kawasan kepulauan.
“Kami berharap melalui program ini, masyarakat di pulau-pulau kecil tidak lagi merasa terpisah dari layanan kesehatan berkualitas,” tambah Mega.
Bagi warga Ohoira, kegiatan ini bukan sekadar periksa kesehatan — tapi kesempatan langka yang sangat berarti.
“Kami bisa konsultasi ke dokter spesialis tanpa harus ke Langgur. Semua gratis. Terima kasih pemerintah,” tutur Meri Renjaan, warga yang tampak lega usai menjalani pemeriksaan.
Tokoh masyarakat setempat, Simon P. Renjaan, juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini.
“Selama ini pelayanan puskesmas cukup baik meski tanpa dokter spesialis. Kalau program seperti ini rutin, pasti masyarakat semakin terbantu,” ujarnya.
Dari Ohoira, sebuah pesan sederhana menggaung: pelayanan kesehatan yang adil dan merata bukan lagi cita-cita, tapi sedang diwujudkan langkah demi langkah. (ji4)





