-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Liang, JejakInfo.id — Di tengah semarak peletakan batu pertama proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang–Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, satu suara dukungan datang lantang dari parlemen daerah.
Anggota DPRD Maluku Tengah, Franky Loupatty, menyebut momentum ini sebagai titik balik yang patut disambut dengan optimisme.
Bagi Loupatty, kehadiran investasi bukan sekadar pembangunan fisik atau angka-angka di atas kertas. Ia melihatnya sebagai harapan nyata bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada hasil kebun.
“Ini harus disambut dengan sukacita. Karena investasi hadir untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya di sela-sela kegiatan groundbreaking, Rabu (29/4).
Selama ini, lanjut Loupatty, hasil kelapa dan pala dari Maluku Tengah lebih banyak keluar daerah tanpa diolah. Terlalu banyak klaim pihak luar bagi komoditi asli Maluku baik itu perikanan, bahan pertanian berupa kelapa, cengkeh pala, dan komoditi lainnya. Kondisi itu membuat nilai ekonomi yang seharusnya bernilai tinggi tidak begitu dinikmati masyarakat justru berpindah ke tempat lain. Kini, dengan berdirinya pabrik pengolahan di kawasan Awaiya, rantai itu mulai diputus.
Investasi bernilai miliaran rupiah yang digelontorkan bukan hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka pintu bagi perubahan. Lapangan kerja mulai terbuka, tenaga kerja lokal terserap, dan denyut ekonomi baru perlahan tumbuh di tengah masyarakat.
“Lapangan pekerjaan dibuka, tenaga kerja terserap, sentra ekonomi baru muncul. Ini yang harus kita lihat secara jernih,” katanya menegaskan.
Namun di balik optimisme itu, politisi Partai Gerindra itu mengingatkan pentingnya sikap bersama. Ia mengajak semua pihak untuk berdiri pada satu barisan: mendukung penuh jalannya investasi dan menanggalkan prasangka yang dapat menghambat kemajuan.
“Kita ingin Maluku Tengah bangkit. Karena itu, investasi harus benar-benar didorong demi kemaslahatan rakyat di bumi Pamahanunusa,” tandasnya.
Di Awaiya, perubahan itu kini mulai bergerak. Dari kebun-kebun yang selama ini sunyi, harapan baru sedang dibangun—pelan, tapi pasti. (ji1)
