Gubernur Hendrik Lewerissa didampingi Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anton Lailossa audiens bersama Senior Investment Officer Public Sector Clients Department Regional 1 AIIB, Niraja Shukla, di Ruang Rapat Lantai II, Jumat (10/7). (Ist)

Maluku Dilirik Dunia, AIIB Siap Berkolaborasi Bangun MIP dan Perikanan Nasional

17

Ambon, JejakInfo.id – Dukungan internasional terhadap pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) terus mengalir. Setelah sebelumnya mendapat perhatian dari World Bank, kini Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menyatakan kesiapannya untuk ikut mendukung pendanaan proyek strategis tersebut dengan fokus pada pengembangan sektor perikanan di Provinsi Maluku.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang didampingi Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anton Lailossa, dengan Senior Investment Officer Public Sector Clients Department Regional 1 AIIB, Niraja Shukla, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Jumat (10/7).

Kunjungan AIIB ke Maluku bukan sekadar agenda silaturahmi. Delegasi lembaga keuangan internasional itu turun langsung meninjau kesiapan proyek MIP sekaligus menggali potensi kerja sama yang dapat segera diwujudkan.

Dari hasil peninjauan lapangan dan pembahasan awal, AIIB menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan proyek tersebut. Namun, dukungan yang akan diberikan difokuskan pada pengembangan sektor perikanan sebagai kekuatan utama Maluku, bukan pada pembangunan logistik maupun infrastruktur lainnya.

"Mereka bersedia turut berkontribusi mendanai proyek tersebut bersama World Bank. Ketertarikan mereka secara khusus berada pada sektor perikanan," kata Kepala Bappeda Provinsi Maluku, Anton Lailossa.

Sebelum bertemu Gubernur, delegasi AIIB telah menggelar pembahasan teknis bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku. Pertemuan tersebut membahas kesiapan proyek, peluang investasi, serta langkah-langkah yang diperlukan agar kerja sama dapat segera direalisasikan.

Audiensi dengan Gubernur Hendrik Lewerissa menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan arah kebijakan antara Pemerintah Provinsi Maluku dan AIIB dalam mendukung percepatan pembangunan MIP.

Masuknya AIIB sebagai calon mitra pendanaan semakin memperbesar optimisme terhadap percepatan realisasi Maluku Integrated Port. Kehadiran AIIB melengkapi dukungan World Bank, sehingga proyek strategis tersebut kini mendapat perhatian dari dua lembaga keuangan internasional.

Menurut Anton Lailossa, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan sektor kelautan dan perikanan Maluku. Selain mempercepat terwujudnya MIP, dukungan internasional itu juga diyakini akan membuka peluang investasi yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri perikanan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat industri perikanan nasional. (ji2)