Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku lampaui pertumbuhan ekonomi nasional, INDEPP apresiasi kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa. (Ist)

Maluku Lampaui Pertumbuhan Nasional, INDEPP Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa

80

Ambon, JejakInfo.id – Di tengah tantangan fiskal yang masih membayangi berbagai daerah di Indonesia, Provinsi Maluku justru mampu mencatatkan capaian yang menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi daerah terus menunjukkan tren positif, bahkan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku yang dirilis pada 5 Agustus 2026 mencatat, ekonomi Maluku pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,31 persen secara year on year (y-on-y). Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,39 persen, sekaligus berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Tidak hanya itu, secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian Maluku juga mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan I 2026. Hingga pertengahan tahun, pertumbuhan ekonomi kumulatif Maluku mencapai 5,24 persen, mencerminkan akselerasi yang semakin kuat.

Pencapaian tersebut dinilai bukan sekadar angka statistik. Di balik pertumbuhan itu, terdapat sinyal bahwa roda perekonomian Maluku mulai bergerak lebih cepat, didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, ekspor, konsumsi masyarakat, hingga sektor-sektor produktif yang kembali bergairah.

Salah satu faktor penting yang menopang pertumbuhan tersebut adalah meningkatnya kinerja perdagangan luar negeri. Selama Triwulan II 2026, nilai ekspor Maluku mengalami kenaikan baik dibandingkan triwulan sebelumnya maupun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komoditas unggulan seperti ikan dan udang, kopi, teh, rempah-rempah, lak, getah, serta damar menjadi penyumbang utama peningkatan ekspor. Di sisi lain, aktivitas impor juga meningkat, terutama untuk komoditas minyak dan gas (migas) yang menjadi penopang berbagai aktivitas ekonomi di daerah.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Peneliti Institute of Development Economy and Public Policy (INDEPP), Dr. (Cand) Bareta Meisar Titioka, SE., M.Si.

Menurut Bareta, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Maluku semakin menguat meski pemerintah daerah masih menghadapi tekanan fiskal yang tidak ringan.

Ia menjelaskan, salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi berasal dari meningkatnya konsumsi rumah tangga, terutama selama momentum libur sekolah dan hari-hari besar keagamaan. Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat memberikan efek berganda terhadap geliat perdagangan dan usaha di berbagai sektor.

"Komponen konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sekitar 4,11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku. Artinya, ketika daya beli masyarakat meningkat, aktivitas perdagangan ikut bergerak dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bareta.

Selain konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi fondasi utama ekonomi Maluku. Ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi pertumbuhan sekitar 1,18 persen, sekaligus menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Maluku masih bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam yang menjadi keunggulan daerah.

Bareta menilai keberhasilan Maluku mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas lima persen merupakan capaian yang layak diapresiasi. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Provinsi Maluku bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah keterbatasan fiskal.

"Di tengah tekanan fiskal yang cukup tinggi, ekonomi Maluku tetap mampu tumbuh positif sebesar 5,31 persen, disertai tingkat inflasi yang tetap terkendali di angka 2,27 persen. Ini merupakan prestasi yang menunjukkan kinerja positif Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa selama kurang lebih satu setengah tahun memimpin daerah ini," katanya.

Atas dasar itu, INDEPP memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah Provinsi Maluku. Organisasi tersebut menilai kebijakan pemerintah tidak hanya berhasil menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mulai menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih kuat bagi berbagai sektor usaha.

Bareta mengemukakan, sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan arah yang semakin positif. Aktivitas ekspor dan impor meningkat, industri pengolahan mulai menunjukkan perbaikan, sektor konstruksi tumbuh positif, perdagangan dan investasi terus bergerak, sementara konsumsi masyarakat juga semakin menguat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.

Menurutnya, pemerintah perlu terus memperkuat sektor-sektor produktif, meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, memperluas investasi, serta memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Capaian ini perlu terus dijaga melalui kebijakan yang mampu memperkuat sektor-sektor produktif sehingga pertumbuhan ekonomi Maluku semakin berkualitas, inklusif, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," kuncinya. (ji2)

1 Menyukai postingan ini