Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, saat menyampaikan keterangan pers terkait tahapan seleksi mahasiswa baru jalur Mandiri UTBK, Rabu (8/7). (Ist)

Masih Ada Kesempatan Masuk Unpatti, Seleksi Mandiri II Resmi Dibuka

16

Ambon, JejakInfo.id – Kabar baik bagi para calon mahasiswa yang belum berhasil mengamankan kursi kuliah di Universitas Pattimura (Unpatti). Perguruan tinggi terbesar di wilayah timur Indonesia itu kembali membuka Seleksi Mandiri Tahap II setelah masih tersedianya lebih dari 1.100 kursi pada berbagai program studi untuk Tahun Akademik 2026.

Kesempatan kedua ini menjadi harapan baru bagi ribuan lulusan SMA/sederajat yang masih ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Unpatti. Kampus yang selama ini menjadi tujuan utama putra-putri Maluku tersebut memastikan proses penerimaan mahasiswa baru masih terbuka bagi mereka yang belum berhasil pada jalur sebelumnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc, menjelaskan bahwa total daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026 mencapai 7.041 orang. Namun hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang telah mengisi kursi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri berbasis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) baru sekitar 5.730 orang.

"Karena masih terdapat kursi yang belum terisi, maka Unpatti akan membuka Seleksi Mandiri Tahap II untuk memenuhi kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini," ujar Prof. Malle kepada awak media, Rabu (8/7).

Data yang dihimpun menunjukkan, pada jalur SNBP sebanyak 1.475 mahasiswa melakukan daftar ulang, sedangkan melalui jalur SNBT tercatat 1.855 mahasiswa. Sementara itu, pada Seleksi Mandiri UTBK terdapat 3.152 peserta yang mengikuti ujian, namun hanya 2.400 peserta yang dinyatakan lulus.

Dengan masih tersisanya daya tampung yang cukup besar, Unpatti memberikan ruang bagi calon mahasiswa yang sebelumnya belum memperoleh kesempatan untuk kembali bersaing melalui jalur Seleksi Mandiri Tahap II.

Pendaftaran Seleksi Mandiri Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 14 Juli 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti ujian pada 15–18 Juli 2026, sementara hasil seleksi diumumkan pada 19–20 Juli 2026.

Meski demikian, tidak semua program studi akan dibuka pada gelombang kedua ini. Menurut Prof. Malle, program studi yang tingkat keterisiannya telah mencapai 85 hingga 100 persen dipastikan tidak lagi menerima pendaftaran.

Sejumlah program studi yang selama ini menjadi favorit calon mahasiswa seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Ilmu Hukum, Teknik Perminyakan, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) telah memenuhi kuota dan ditutup pada Seleksi Mandiri Tahap II.

Di sisi lain, pihak universitas mengajak calon mahasiswa untuk mulai melihat peluang yang lebih luas dan tidak terpaku pada program studi favorit semata. Menurutnya, masih banyak program studi yang memiliki prospek cerah dan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Maluku di masa depan.

Perhatian khusus diberikan kepada program studi di Fakultas Pertanian dan Fakultas Perikanan yang hingga kini masih belum menjadi pilihan utama sebagian besar calon mahasiswa. Padahal, kedua bidang tersebut memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah kepulauan seperti Maluku yang kaya sumber daya alam dan kelautan.

"Jangan berpikir kuliah di Pertanian hanya menjadi petani atau di Perikanan hanya menjadi nelayan. Saat ini pertanian dan perikanan telah berkembang dengan teknologi modern, Internet of Things (IoT), serta memiliki peluang kerja yang sangat luas," jelas Prof. Malle.

Ia menambahkan, transformasi teknologi telah mengubah wajah sektor pertanian dan perikanan secara signifikan. Kebutuhan tenaga profesional yang menguasai teknologi pangan, budidaya modern, hingga pengelolaan sumber daya kelautan terus meningkat seiring perkembangan zaman.

Selain membuka Seleksi Mandiri Tahap II, Unpatti juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas seluruh proses penerimaan mahasiswa baru. Kampus memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi yang diperoleh.

"Universitas menegaskan tidak ada praktik jual beli kursi," tegas Prof. Malle.

Karena itu, pihak kampus meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya apabila ada pihak-pihak tertentu yang mengaku dapat meloloskan peserta dengan imbalan sejumlah uang. Jika menemukan indikasi praktik semacam itu, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak universitas dengan menyertakan bukti yang cukup agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Malle juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan UTBK Mandiri tahun ini sempat menghadapi kendala teknis di lokasi ujian Kota Tual akibat gangguan jaringan yang dipicu cuaca buruk. Namun persoalan tersebut berhasil diatasi melalui penjadwalan ulang sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian dengan baik.

Ke depan, Unpatti berkomitmen memperluas sosialisasi hingga ke daerah-daerah terpencil di Maluku agar semakin banyak generasi muda mendapatkan akses informasi pendidikan tinggi. Kampus juga terus melakukan pembaruan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui pembukaan Seleksi Mandiri Tahap II ini, Unpatti berharap seluruh kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 dapat terpenuhi sekaligus membuka jalan lebih luas bagi putra-putri Maluku untuk meraih pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. (ji6)