SD Negeri 30 Maluku Tengah merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Gedung Islamic Center, Kota Masohi, Kamis (10/9). (Ist)

Maulid Nabi di SDN 30 Maluku Tengah Jadi Momentum Tanamkan Akhlak di Era Digital

28

Masohi, JejakInfo.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SDN 30 Maluku Tengah tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, momentum tersebut dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan kembali nilai-nilai akhlak, keteladanan dan karakter kepada para siswa.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Masohi, Kamis (10/9/2026), itu dikemas dengan suasana religius sekaligus penuh kekeluargaan. Siswa dari berbagai jenjang kelas tampil menunjukkan kreativitas mereka, sementara pesan tentang pentingnya meneladani Rasulullah SAW menjadi benang merah sepanjang kegiatan.

Mewakili Kepala SDN 30 Maluku Tengah, Mariance Wila Dida, Norce Hattu mengatakan, keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat penting dihadirkan dalam kehidupan anak-anak, terutama ketika mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama serta peduli terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari pendidikan yang tidak boleh terabaikan.

“Keberhasilan seorang anak bukan hanya diukur dari tingginya nilai yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa baik akhlak dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Norce menegaskan, sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Anak-anak perlu dibekali karakter yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kesopanan dan kepedulian sosial.

Ia pun mengingatkan para siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Kemudahan mengakses informasi dan media sosial, kata Norce, harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta menjaga sikap dan perilaku. Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat anak-anak kehilangan rasa hormat, sopan santun dan kepedulian terhadap orang lain.

“Gunakan teknologi untuk hal-hal yang positif. Jadilah anak yang jujur, rajin belajar, disiplin, suka membantu teman dan tetap menghormati orang tua serta guru,” pesannya kepada para siswa.

Pela, Gandong dan Semangat Orang Basudara

Pesan tentang akhlak dan kebersamaan juga disampaikan Ketua Komite SDN 30 Maluku Tengah, Nuraida Sahubawa.

Ia menilai peringatan Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, bukan hanya dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Menariknya, Nuraida mengaitkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dengan kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Maluku, seperti pela, gandong dan semangat hidup orang basudara.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut memiliki semangat yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang kebersamaan, saling menghormati, membantu dan menyayangi sesama.

“Maulid bukan hanya tentang memperingati sebuah sejarah. Lebih dari itu, Maulid adalah kesempatan untuk kembali mengingat akhlak Rasulullah SAW dan menghadirkannya dalam kehidupan kita,” katanya.

Karena itu, Nuraida berharap SDN 30 Maluku Tengah tidak hanya menjadi tempat anak-anak mengejar prestasi dan menimba ilmu pengetahuan. Sekolah juga harus menjadi ruang yang membentuk pribadi anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, beriman dan memiliki akhlak mulia.

Ia menilai pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada guru. Peran orang tua, komite sekolah dan masyarakat juga sangat menentukan.

“Kalau katong berjalan bersama, saling baku dukung dan saling baku sayang, insya Allah anak-anak katong akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, beriman, dan berkarakter,” tandasnya.

Siswa Tampilkan Samra dan Qasida Ria

Peringatan Maulid semakin semarak dengan berbagai penampilan kreativitas siswa. Anak-anak dari kelas 1 hingga kelas 6 tampil membawakan tarian Samra dan Qasida Ria, baik secara individu maupun kelompok.

Tidak hanya siswa, para guru SDN 30 Maluku Tengah juga turut ambil bagian dengan menampilkan Qasida Ria.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sarafal Anam, penyampaian hikmah Maulid dan doa bersama.

Beragam penampilan tersebut membuat peringatan Maulid tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar tampil percaya diri, bekerja sama dan mengekspresikan nilai-nilai keagamaan melalui kreativitas.

Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, pesan yang ingin ditanamkan sekolah pun menjadi semakin kuat: pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mencetak anak yang pintar, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki akhlak, kepedulian dan karakter kuat untuk menghadapi masa depan. (ji6)