-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Bulan Bung Karno selalu menjadi momentum penting bagi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) untuk kembali meneguhkan semangat perjuangan, ideologi, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Sang Proklamator, Ir. Soekarno.
Di Maluku, semangat itu diwujudkan melalui kegiatan penuh makna: ziarah ke makam para senior, tokoh, dan pejuang partai yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membesarkan PDI Perjuangan.
Rabu (1/7), keluarga besar PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang terdiri dari jajaran DPD, DPC, PAC se-Kota Ambon hingga PAC Salahutu melakukan ziarah ke sejumlah makam para tokoh partai. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi bentuk penghormatan mendalam atas jasa, pengorbanan, dan loyalitas para kader senior yang telah meletakkan fondasi perjuangan partai di Maluku.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Jafri Taihuttu, mengatakan kegiatan ziarah ini dilakukan dalam semangat mengenang, menghormati, sekaligus merawat warisan perjuangan para pendahulu partai.
Menurutnya, perjuangan partai yang besar hari ini tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui pengabdian panjang para senior yang dengan tulus memperjuangkan aspirasi rakyat di berbagai tingkatan.
“Dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, senior dan tokoh partai bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, DPC, PAC se-Kota Ambon, dan PAC Salahutu melaksanakan kegiatan ziarah ke makam para senior, tokoh, serta pejuang partai,” ujar Jafri.
Mantan anggota DPRD Kota Ambon tiga periode itu menegaskan, ziarah ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan di internal partai. Baginya, PDI Perjuangan bukan hanya wadah politik, tetapi juga rumah besar yang dibangun atas dasar persaudaraan, loyalitas, dan semangat gotong royong.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mengenang mereka yang telah mendahului kita, tetapi juga menjaga tali silaturahmi dalam keluarga besar partai. Semangat perjuangan mereka harus terus hidup di hati seluruh kader,” katanya.
Dalam ziarah tersebut, rombongan mendatangi sejumlah tempat pemakaman umum di Kota Ambon dan sekitarnya. Perjalanan pertama dilakukan ke TPU Passo untuk berziarah ke makam almarhum Kace Simau, yang semasa hidup dikenal sebagai mantan Ketua PAC Baguala.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke TPU Desa Tawiri untuk berziarah ke pusara almarhum Simon Soplanit, mantan Ketua PAC Teluk Ambon yang dikenal sebagai salah satu kader militan dengan dedikasi tinggi terhadap perjuangan partai.
Ziarah juga dilakukan di TPU Benteng. Di lokasi ini, para kader mendoakan sejumlah tokoh partai yang telah berpulang, di antaranya almarhum Roby de Lima, mantan Ketua PAC Sirimau. Selain itu, rombongan juga berziarah ke makam almarhum Nus Syahilatua yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PAC Nusaniwe, serta almarhum Atalendy Patty, mantan Wakil Ketua PAC Nusaniwe.
Suasana haru terasa dalam setiap kunjungan. Doa-doa dipanjatkan, bunga ditaburkan, dan kenangan tentang perjalanan panjang para senior partai kembali hidup dalam cerita para kader yang hadir.
Bagi banyak kader, ziarah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan politik sejatinya adalah tentang pengabdian yang tulus kepada masyarakat, bukan semata soal jabatan atau kekuasaan.
Perjalanan ziarah kemudian berlanjut ke TPU Hutumury untuk mengunjungi makam almarhum Frans Kapu, mantan Wakil Ketua PAC Leitimur Selatan. Selanjutnya, rombongan menutup rangkaian ziarah di TPU Tial dengan mengunjungi pusara almarhum Abdul Hamin Tuarita, yang semasa hidup menjabat sebagai mantan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku.
Rangkaian ziarah ini menjadi salah satu wujud nyata bahwa PDI Perjuangan Maluku terus menjaga tradisi menghormati para pendahulu. Di tengah dinamika politik yang terus berubah, partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan bahwa akar perjuangan, nilai solidaritas, dan semangat pengabdian kepada rakyat harus tetap menjadi fondasi utama.
Melalui peringatan Bulan Bung Karno, seluruh kader diingatkan kembali pada pesan besar Bung Karno: perjuangan tidak pernah selesai. Tugas generasi hari ini adalah melanjutkan semangat itu dengan kerja nyata, menjaga persatuan, serta terus hadir untuk rakyat. (ji1)




