-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Dobo, JejakInfo.id – Lima hari pertama di bangku SMP menjadi pengalaman yang berkesan bagi ratusan siswa baru SMP Negeri 1 Dobo. Bukan sekadar mengenal ruang kelas dan guru, mereka diajak memahami nilai-nilai kebersamaan, disiplin, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026 yang berlangsung sejak 7 hingga 11 Juli resmi ditutup dengan penuh semangat melalui upacara penutupan dan penampilan kreativitas para peserta didik.
Mengusung tema "Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang Aman, Nyaman, Menyenangkan, dan Berkarakter," kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membentuk karakter siswa sejak hari pertama mereka memasuki dunia pendidikan menengah.
MPLS dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru dan dilaksanakan mengacu pada Permendiknas Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengenalan sekolah harus mengedepankan perlindungan terhadap peserta didik, bebas dari bullying, kekerasan, maupun segala bentuk tindakan yang merugikan siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Dobo, T. Galegoy, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini membawa sejumlah perubahan mendasar. Selain diperpanjang menjadi lima hari, seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah anak sehingga siswa baru dapat beradaptasi tanpa tekanan.
"Pelaksanaan MPLS tahun ini berpedoman pada Permendiknas Nomor 12 Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari dengan mengedepankan prinsip ramah anak, bebas bullying, bebas kekerasan, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik baru," ujarnya.
Selama mengikuti MPLS, para siswa dibekali berbagai materi pembentukan karakter. Mereka diperkenalkan pada Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mengikuti Senam Pagi Ceria, membiasakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta memahami Gerakan Indonesia Asri yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah agar tetap aman, sehat, bersih, dan indah.
Tak hanya itu, nilai-nilai hidup rukun, saling menghargai, serta semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dari materi yang diterima peserta didik selama kegiatan berlangsung.
MPLS tahun ini turut melibatkan berbagai pihak di luar sekolah. Tim PKK Kabupaten Kepulauan Aru bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hadir memberikan edukasi mengenai sekolah ramah anak, pencegahan perundungan, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Suasana penutupan semakin semarak ketika para siswa menampilkan hasil kreativitas mereka. Beragam pertunjukan seni, mulai dari tarian daerah, menyanyi, pidato, pembacaan puisi hingga penampilan bakat lainnya, menjadi bukti bahwa kepercayaan diri peserta didik mulai tumbuh sejak mengikuti MPLS.
Menurut T. Galegoy, keberhasilan pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua. Ia berharap orang tua memahami tujuan serta aturan pelaksanaan MPLS sehingga dapat mendampingi anak dalam menjalani proses adaptasi di lingkungan sekolah.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, sekolah akan melaksanakan evaluasi, menyusun laporan pelaksanaan, sekaligus menyampaikan hasil kegiatan kepada orang tua sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan terhadap peserta didik.
Melalui MPLS Ramah Tahun 2026 ini, SMP Negeri 1 Dobo berharap seluruh siswa baru mampu beradaptasi dengan cepat, tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, serta menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (ji3)



