Sat Narkoba Polres SBB menggelar Operasi Antik Salawaku di sejumlah penginapan, apotek dan tempat hiburan malam. (Ist)

Operasi Antik Salawaku 2026 Sisir Penginapan, Apotek hingga Tempat Karaoke di Kairatu

15

Piru, JejakInfo.id — Upaya mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus digencarkan. Satuan Reserse Narkoba Polres SBB turun langsung menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian, mulai dari penginapan, apotek, hingga tempat hiburan karaoke.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Antik Salawaku 2026, operasi kepolisian yang digelar untuk mencegah sekaligus mengungkap peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres SBB.

Operasi berlangsung pada Rabu malam dan dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres SBB, Iptu Frengky Bonara. Sebelum bergerak ke lapangan, personel terlebih dahulu mengikuti apel dan doa bersama.

Dalam arahannya, Frengky menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, sesuai aturan, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Pesan tersebut menjadi penting karena operasi tidak hanya diarahkan untuk melakukan penindakan, tetapi juga mencegah masyarakat terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Dari lokasi pertama, tim bergerak menuju sejumlah penginapan di Kecamatan Kairatu. Petugas berkoordinasi dengan pengelola sebelum melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar yang ditempati para tamu.

Identitas pengunjung diperiksa, termasuk KTP dan barang bawaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada narkotika maupun obat-obatan terlarang yang disimpan atau dibawa ke dalam penginapan.

Dari penginapan, petugas kemudian menyambangi sejumlah apotek. Pemeriksaan difokuskan pada ketersediaan serta penjualan obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan, khususnya obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.

Petugas juga meminta keterangan dari pemilik apotek terkait mekanisme penjualan obat. Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya penjualan obat terlarang tanpa resep sebagaimana yang dikhawatirkan.

Penyisiran kemudian berlanjut ke sejumlah tempat karaoke atau lokasi hiburan malam di wilayah Kecamatan Kairatu Barat.

Di tempat hiburan tersebut, personel Satres Narkoba memeriksa identitas para pengunjung. Beberapa pengunjung yang tidak membawa KTP diberikan arahan dan pembinaan oleh petugas.

Tak berhenti pada pemeriksaan identitas, petugas juga melakukan tes urine terhadap sejumlah pengunjung dan pramuria untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi penggunaan narkotika. Hasilnya, seluruh sampel urine yang diperiksa dinyatakan negatif.

Meski tidak menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika dalam pemeriksaan tersebut, kepolisian menegaskan bahwa pengawasan tidak akan berhenti pada satu operasi. Tempat penginapan, apotek maupun lokasi hiburan tetap menjadi bagian dari titik yang perlu diawasi karena memiliki potensi disalahgunakan sebagai ruang peredaran maupun penggunaan narkoba.

Kasat Narkoba Polres SBB Iptu Frengky Bonara mengatakan Operasi Antik Salawaku 2026 merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk memastikan wilayah SBB tidak menjadi ruang aman bagi jaringan narkotika.

“Hari ini kami dari Sat Narkoba Polres Seram Bagian Barat melaksanakan Operasi Antik Salawaku 2026 di beberapa lokasi, seperti penginapan, apotek dan tempat karaoke,” ujar Frengky.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap pengunjung maupun barang-barang yang dibawa, termasuk mengecek kemungkinan adanya obat-obatan terlarang dan narkotika yang beredar di masyarakat.

“Semua aman dan terkendali. Kami juga melakukan pemeriksaan urine terhadap beberapa pengunjung dan hasilnya negatif,” katanya.

Frengky mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap narkoba sebagai persoalan kepolisian semata. Menurut dia, pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat SBB untuk berani menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Karena itu, mari kita bersama-sama mencegah dan memerangi peredarannya,” tegasnya.

Operasi tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa ruang gerak peredaran narkotika di SBB terus diawasi. Kepolisian memastikan langkah pencegahan, pemeriksaan, edukasi hingga penindakan akan terus dilakukan demi melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkoba. (ji5)