Armada Perumda Panca Karya, KMP Tanjung Sole masih melayani warga. (Ist)

Panca Karya Bantah KMP Tanjung Sole Gagal Berangkat karena Gaji, Tegaskan Kapal Tetap Berlayar

22

Ambon, JejakInfo.id — Perumda Panca Karya membantah keras informasi yang menyebut KMP Tanjung Sole gagal berangkat karena awak kapal belum menerima gaji. Manajemen perusahaan memastikan kapal tersebut tetap beroperasi dan melayani masyarakat pada rute penyeberangan yang menjadi tanggung jawabnya.

Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, menyatakan pemberitaan salah satu media online lokal tertanggal 15 Agustus 2026 yang mengaitkan keberangkatan KMP Tanjung Sole dengan persoalan pembayaran gaji awak kapal tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Tualeka bahkan menegaskan, informasi tersebut tidak memiliki dasar fakta di lapangan.

“Berita yang menyebut KMP Tanjung Sole gagal berangkat karena awak kapal belum menerima gaji itu sama sekali tidak benar. Faktanya, KMP Tanjung Sole sampai saat ini masih beroperasi dan tetap melayani rute sebagaimana mestinya bersama awak kapal,” tegas Tualeka di Ambon, Sabtu (15/8).

Menurut Tualeka, persoalan keterlambatan dalam pelayaran tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai kegagalan operasional.

Dalam pelayaran, kata dia, kendala teknis merupakan sesuatu yang dapat terjadi dan tidak berkaitan dengan persoalan internal perusahaan, termasuk pembayaran hak awak kapal.

“Kalaupun terjadi keterlambatan, itu merupakan kendala teknis. Bukan gagal berangkat dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan gaji karyawan atau awak kapal,” ujarnya.

Jejak Perjalanan KMP Tanjung Sole

Untuk memperkuat bantahannya, manajemen Panca Karya menunjukkan aktivitas pelayaran KMP Tanjung Sole yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Kapal tersebut tercatat bertolak dari Pelabuhan Galala pada Kamis (13/8) pukul 23.40 WIT menuju Waisala dan tiba pada Jumat (14/8) pukul 08.48 WIT.

Hanya sekitar 20 menit setelah tiba, tepatnya pukul 09.08 WIT, kapal kembali bertolak dari Waisala menuju Buano. KMP Tanjung Sole tiba di Pelabuhan Buano pukul 10.15 WIT dan kembali berangkat pada pukul 10.37 WIT.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Kepulauan Manipa. Kapal tiba di wilayah tersebut pada pukul 15.58 WIT, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Namlea.

KMP Tanjung Sole tercatat tiba di Pelabuhan Namlea pada Sabtu (15/8) pukul 09.30 WIT. Beberapa jam kemudian, kapal kembali berangkat dari Namlea menuju Pelabuhan Teluk Bara pada pukul 14.03 WIT.

Rangkaian perjalanan tersebut, menurut Tualeka, menjadi bukti bahwa KMP Tanjung Sole bukan kapal yang berhenti beroperasi ataupun gagal berangkat akibat persoalan gaji awak kapal.

Manajemen Minta Pemberitaan Berbasis Fakta

Tualeka meminta pemberitaan mengenai operasional kapal milik Perumda Panca Karya disampaikan secara proporsional dan berdasarkan fakta di lapangan.

Ia mengingatkan agar persoalan teknis pelayaran tidak dicampuradukkan dengan persoalan hak-hak pegawai.

“Jangan mengaitkan persoalan teknis dengan hak-hak pegawai. KMP Tanjung Sole masih beroperasi dan melayani rute sesuai jadwal pelayanan. Tidak ada persoalan internal yang menyebabkan kapal gagal berangkat, apalagi karena gaji awak kapal,” tegasnya.

Ia menilai narasi yang menghubungkan keterlambatan kapal dengan pembayaran gaji berpotensi membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat. Bukan hanya perusahaan yang terdampak, tetapi juga para awak kapal yang berada di garis depan memberikan pelayanan transportasi laut kepada masyarakat.

Bagi Panca Karya, kata Tualeka, kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, manajemen memastikan operasional KMP Tanjung Sole terus berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan pelayanan di lapangan.

“KMP Tanjung Sole tetap beroperasi. Kalau ada keterlambatan, itu karena kendala teknis, bukan karena persoalan gaji awak kapal. Itu dua hal berbeda. Karena berkaitan dengan hak pegawai itu prioritas dan tanggung jawab perusahaan, tetap diperhatikan, tidak diabaikan,” pungkas Tualeka. (ji5)

1 Menyukai postingan ini