Bupati Muhamad Thaher Hanubun, berpose dengan pimpinan dan pegawai Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara usai penyerahan bantuan, Senin (26/10). (Ist)

Panen Raya Rumput Laut Dunwahan Diundur ke Akhir November, Pemkab Kejar Momentum Sebelum Pancaroba

7

Langgur, JejakInfo.id — Panen raya rumput laut di kawasan percontohan budi daya Ohoi Dunwahan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang semula dijadwalkan pada 14 November 2026, terpaksa diundur hingga akhir November. Pemerintah daerah berpacu dengan waktu agar panen tetap terlaksana sebelum memasuki masa pancaroba pada Desember mendatang.

Penjadwalan ulang ini dilakukan dengan mempertimbangkan agenda Bupati Maluku Tenggara serta kondisi cuaca yang dapat memengaruhi pelaksanaan panen. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan tersebut tetap berlangsung pada November agar pengembangan budi daya rumput laut tidak terganggu.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Ruslan Ingratubun, menjelaskan bahwa jadwal awal panen raya ditetapkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan direktur jenderal yang membidangi rumput laut.

Namun, dalam perkembangannya, jadwal tersebut harus disesuaikan karena adanya sejumlah agenda penting kepala daerah.

“Setelah dalam perjalanan, ada perubahan karena ada beberapa kegiatan penting oleh Bapak Bupati, sehingga itu akan diundur sekitar di akhir November,” kata Ruslan seusai mengikuti penyerahan bantuan di pelataran Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2026).

Menurut Ruslan, pemerintah daerah berupaya agar panen raya tidak bergeser hingga Desember. Pasalnya, pergantian musim pada periode tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan waktu pelaksanaan.

“Karena di Desember itu nanti masa pancaroba, sehingga kita nggak mungkin lakukan pada saat itu,” ujarnya.

Kawasan percontohan budi daya rumput laut di Dunwahan merupakan bagian dari program pengembangan yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kawasan ini mencakup perairan Dunwahan, Ohoider Atas, dan Ohoider Bawah, dengan pemerintah daerah turut mengawal pengembangannya untuk meningkatkan produksi rumput laut.

Pengembangan budi daya komoditas tersebut tidak hanya bertumpu pada kawasan percontohan. Maluku Tenggara juga memiliki 11 klaster pengembangan lainnya yang menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan usaha perikanan masyarakat.

Potensi yang dimiliki daerah ini terbilang besar. Berdasarkan publikasi KKP pada September 2024, Maluku Tenggara memiliki sekitar 8.600 hektare lahan potensial untuk budi daya rumput laut, dengan jumlah pembudi daya mencapai sekitar 2.200 orang.

Namun, saat itu pemanfaatan lahan potensial tersebut baru mencapai sekitar 9,7 persen. Sementara itu, produksi rumput laut basah pada 2023 tercatat mencapai 40 ribu ton.

Angka tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk memperluas budi daya dan meningkatkan hasil produksi, sekaligus memperkuat peran sektor perikanan dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir.

Panen raya di Dunwahan diharapkan menjadi salah satu momentum untuk mendorong pengembangan kawasan budi daya rumput laut di Maluku Tenggara. Lebih dari sekadar kegiatan panen, agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi kelautan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan target pelaksanaan pada akhir November, pemerintah daerah kini berupaya menyesuaikan agenda dan memperhitungkan kondisi cuaca agar panen raya dapat terlaksana sebelum memasuki masa pancaroba. (ji4)

1 Menyukai postingan ini