-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Persaingan sengit antardojo mewarnai Pattimura Shorinji Kempo Championship V Tahun 2026 yang resmi berakhir di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Senin (28/9/2026).
Dojo Saka Mese Nusa tampil sebagai juara pertama setelah mengoleksi 21 medali. Posisi kedua ditempati Dojo Kepulauan Tanimbar dengan 11 medali, sedangkan Dojo Universitas Terbuka berada di urutan ketiga dengan raihan 9 medali.
Kejuaraan yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kempo Unpatti pada 24–26 Oktober 2026 itu menjadi arena bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Penutupan kejuaraan dihadiri perwakilan KONI Provinsi Maluku, pembina dan pelatih, wasit, serta para atlet dari berbagai dojo.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd., memberikan apresiasi kepada UKM Kempo Unpatti yang telah menggelar kompetisi tersebut.
Menurutnya, keberadaan UKM di lingkungan kampus, termasuk UKM Kempo, memiliki peran penting dalam membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat sekaligus mengejar prestasi.
Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam mengikutsertakan atlet Unpatti pada berbagai kompetisi.
“Keberadaan UKM, termasuk UKM Kempo, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan prestasi. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi salah satu tantangan dalam mengikutsertakan atlet pada berbagai kejuaraan,” ujarnya.
Nur Aida mengatakan Unpatti memiliki sejumlah atlet yang berpotensi tampil dalam berbagai kejuaraan. Karena itu, dukungan terhadap pembinaan dan kesempatan bertanding dinilai penting agar potensi tersebut dapat terus berkembang.
Ia berharap sinergi antara Unpatti, KONI dan Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) dapat semakin diperkuat, sehingga lebih banyak atlet muda Maluku memperoleh kesempatan untuk tampil di berbagai kompetisi.
Bagi atlet yang belum berhasil meraih juara, Nur Aida meminta mereka tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai alasan untuk berhenti berlatih.
Ia justru mendorong para atlet menjadikan pengalaman dari kejuaraan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Bagi adik-adik yang belum memperoleh juara, itu adalah kemenangan yang tertunda. Tetap semangat berlatih dan semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Perkemi Provinsi Maluku, Ano Yermias, menilai kompetisi antardojo seperti Pattimura Shorinji Kempo Championship memiliki arti penting dalam proses pembinaan atlet.
Menurutnya, pertandingan bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sebelum mereka tampil pada level kompetisi yang lebih tinggi.
“Kompetisi seperti ini mempersiapkan adik-adik untuk pada waktunya dapat berkompetisi di level yang lebih baik dan lebih tinggi, seperti Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON,” ujarnya.
Ano juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, pembina, wasit dan dojo yang telah mengambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Ia berharap penyelenggaraan Pattimura Shorinji Kempo Championship dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak dojo dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku.
Semakin banyak kompetisi, kata dia, semakin terbuka pula kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat yang lebih tinggi.
Penutupan Pattimura Shorinji Kempo Championship V Tahun 2026 kemudian ditandai dengan pengumuman dan penyerahan penghargaan kepada para juara.
Bagi para atlet, tiga hari pertandingan di Auditorium Unpatti bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang medali terbanyak. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet Kempo Maluku yang semakin siap menghadapi panggung kompetisi yang lebih tinggi. (ji6)
