-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Mesin organisasi PDI Perjuangan di Maluku mulai dipanaskan. Senin (13/4), suasana di Sekretariat DPD PDI-P Maluku, Karang Panjang, Ambon, tampak lebih sibuk dari biasanya.
Para kader berdatangan, membawa harapan sekaligus kesiapan untuk diuji dalam proses seleksi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC).
Hari itu menjadi penanda dimulainya tahapan penting: fit and proper test bagi para bakal calon pemimpin di tingkat kecamatan. Sebanyak delapan PAC dari Kota Ambon dan Maluku Tengah menjadi gelombang pertama yang mengikuti proses ini.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Maluku, Ningsih Batjo, menegaskan merujuk pada Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025 tentang pelaksanaan konsolidasi partai melalui Konferensi Daerah (Konferda), Konferensi Cabang (Konfercab), Musyawarah Anak Cabang (Musancab), serta musyawarah Ranting dan Anak Ranting.
"Nah, dalam peraturan ini pasal 82 ayat 1, 2, dan 3 itu mengatur tentang penjaringan bakal calon sampai dengan penyaringan di tingkat PAC sampai ke DPD," ucapnya.
Menurutnya, langkah konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Ini adalah bagian dari konsolidasi besar partai dalam menyongsong agenda internal yang lebih luas.
“Sekarang kita sudah masuk pada tahapan Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Ini proses penting untuk memastikan kader-kader terbaik yang akan memimpin di tingkat kecamatan,” ujarnya.
Dari total 119 PAC di seluruh Maluku, lanjut Ningsih, tahap awal ini menyasar delapan wilayah. Lima di antaranya berada di Kota Ambon antara lain: Sirimau, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Baguala, dan Teluk Ambon. Sementara tiga lainnya berasal dari Maluku Tengah, yakni Salahutu, Leihitu, dan Leihitu Barat.
Masing-masing PAC mengirimkan lima nama calon. Namun, untuk melangkah lebih jauh, mereka harus melewati “ruang uji” yang tidak sederhana.
"Fit and proper test yang digelar bukan hanya mengukur kemampuan teknis berorganisasi. Lebih dari itu, para kandidat diuji kedalaman ideologi, militansi, hingga semangat gotong royong. Nilai yang menjadi napas utama partai," paparnya.
Ketua DPC PDI-P Maluku Tengah, Zeth Laturkalutu menekankan bahwa proses ini sepenuhnya berada di tangan DPD. Struktur di bawah hanya mengusulkan nama, sementara keputusan akhir ditentukan melalui penyaringan ketat di tingkat provinsi.
“Yang diuji pertama adalah ideologi Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itu harga mati. Kedua militansi, dan ketiga semangat gotong royong. Tanpa itu, sulit bicara kepemimpinan di PDI Perjuangan,” tegasnya.
Menurut Zeth yang juga Wakil Ketua DPRD Malteng, gotong royong bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama yang harus hidup dalam diri setiap kader yang ingin memimpin.
Pelaksanaan hari itu juga mempertemukan kader dari Pulau Ambon, baik dari wilayah kota maupun Maluku Tengah. Interaksi ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan jaringan antar-kader di akar rumput.
Namun, proses belum selesai. Masih ada 16 kecamatan di Maluku Tengah yang akan menjalani tahapan serupa.
"Rencananya, tim dari DPD PDI-P Maluku akan turun langsung ke Masohi pada 16 April untuk melanjutkan fit and proper test tahap berikutnya," ucap Zeth.
Dengan ritme yang semakin cepat, PDI-P Maluku menunjukkan keseriusannya menata kekuatan dari bawah. Di balik setiap nama yang diuji, ada harapan membangun struktur partai yang lebih solid—dimulai dari kecamatan, hingga ke tingkat yang lebih tinggi. (ji1)


