-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JejakInfo.id- Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Dommy Pattileuw menegaskan, hanya ada empat balon walikota dan dua balon wakil walikota yang telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk diseleksi DPP PDI Perjuangan.
Empat balon walikota diantaranya: Agus Ririmasse, Jantje Wenno, Tadi Salampessy dan Bodewin Wattimena. Sementara dua balon wakil walikota, yakni: Tri Merdekawati dan Muhammad Aris Soulisa.
Dommy menjelaskan, berdasarkan surat DPP PDI Perjuangan Nomor:6027/IN/DPP/III/2024 tertanggal 28 Maret 2024 diinstruksikan kepada seluruh DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Indonesia untuk melakukan pemetaan politik dan penjaringan bakal calon kepala daerah pilkada serentak tahun 2024.
Berdasarkan instruksi DPP, kata Dommy, DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku kemudian menerbitkan Peraturan Nomor 1 Tahun 2024 tentang tata cara penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.
"Berdasarkan peraturan ini, DPC Kota Ambon kemudian membentuk tim penjaringan yang diketuai oleh saya, dan proses penjaringan itu kita lakukan," akuinya.
Dari hasil penjaringan dan penyaringan sampai pada penutupan, lanjut Dommy, bakal calon yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan yang diatur hanya ada empat balon walikota dan dua balon wakil walikota.
"Seluruh berkas bakal calon sudah diserahkan ke DPD awal Mei, dan kini sudah masuk seleksi tahap I yang dilakukan di DPD PDI Perjuangan Maluku," paparnya.
Hanya saja, akui Dommy, bertetapan dengan proses Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, maka tahapan ini sementara dipending. Setelah Rakernas, baru dilanjutkan seleksi tahap I.
"Minggu kemarin itu sudah seleksi tahap I untuk beberapa kabupaten. Kota Ambon sendiri belum. Setelah Rakernas baru Kota Ambon jalan dengan kabupaten lain yang belum," akuinya.
Menyinggung soal balon Ferly Tahapary (FT) yang tidak masuk dalam bursa pengusulan DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Dommy sempat membuang tawa, seakan lucu mendengar nama ini.
"Bagaimana kita mau mengusulkan nama itu, sementara dia sendiri tidak melengkapi persyaratan yang ditentukan tim penjaringan. Sekretaris DPC, Pak Wenly sudah mengkomunikasikan hal itu ke dia, namun dia abaikan. Bicara ini, itu lah. Kata dia dekat dengan Waketum PDIP lah. Kalau tidak dimasukan, nanti dia by pass ke DPP. Karena dekat dengan Waketum lah. Pokoknya banyak alasan," bebernya.
Dommy mengaku, bahwa alasan utama yang dipakai Ferly Tahapary itu soal biaya gotong royong. Sementara pihaknya sudah menjelaskan soal biaya gotong royong yang dimaksudkan. Bahwa yang bukan kader diwajibkan sekian, yang kader 50 persen.
"Kita sudah jelaskan, biaya itu untuk pencetakan spanduk, baliho dipasang di bilboard, sosialisasi para bakal calon di aras DPC, PAC sampai Pengurus Ranting. Biaya snack dan makan minum dalam seleksi tahap I, kemudian biaya survey yang harus disetor ke DPP. Ternyata semua itu disanggupi setiap bakal calon. Tidak ada komplen. Bahkan mereka sudah mendaftar resmi. Cuma yang satu ini saja yang komplain," jelasnya.
Dommy mengingatkan, Ferly Tahapary untuk tidak berkoar-koar di media atau di luar sana tentang DPC PDIP dan tim penjaringan.
"Bahwa seolah-olah kami melakukan tugas diluar kewenangan yang diberikan. Kami ini bukan baru di partai, lalu mau mengelola partai seenaknya. Sikap anda itu membuktikan bahwa anda tidak siap," tandasnya.
BELUM PENUHI JANJI JEMAAT AKOON
Sementara itu, informasi yang diterima JejakInfo.id, bakal calon walikota Ambon Ferly Tahapary sampai dengan saat ini belum memenuhi janjinya bagi Jemaat GPM Akoon.
Bagaimana tidak, saat peresmiaan Baileo Negeri Akoon, Kecamatan Nusalaut, yang dihadiri Bupati Malteng Tuasikal Abua, bertepatan dengan itu Panitia Pembangunan Gedung Gereja Akoon melaksanakan lelang bagi penyelesaian pembangunan gedung gereja dimaksud.
FT pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa dirinya sumbang lima buah tiang, namun sampai dengan saat ini FT belum menyelesaikan janjinya bagi jemaat negeri asalnya itu.
"Waktu itu lelang jemaat. Nah, waktu itu juga ada peresmian katong baileo. Kan ada Bupati Maluku Tengah turun lai. Jadi samua ambel lelang pembangunan, termasuk Ferly. Dia bataria lima buah tiang, dia sumbang. Sampai sekarang belum kasih," akui salah satu pemuda Negeri Akoon yang enggan namanya dikorankan kepada media ini di Ambon, Jumat (24/5/2024).
Sumber itu heran, jika FT ingin maju sebagai calon walikota Ambon, sementara janjinya belum dipenuhi di Akoon. "Mau maju calon walikota bagaimana, kong janji for jemaat saja belum bikin kang (akang)," herannya.
FT yang dikonfirmasi media ini enggan merespon. Pesan singkat yang dikirim via whatsapp pun tidak dibalas, meski notifikasi pesan sudah terkirim. (TIM)


