Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, saat menghadiri diskusi ilmiah dalam rangka memperingati HUT ke-60 KAHMI dan KOHATI di Kafe Naga Putih, Jalan Raya Bandara, Dobo, Sabtu (19/9). (Ist)

Pemkab Aru Dorong KAHMI-KOHATI Kawal Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan

7

Dobo, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Korps HMI Wati (KOHATI) untuk ikut mengawal sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, saat menghadiri diskusi ilmiah dalam rangka memperingati HUT ke-60 KAHMI dan KOHATI di Kafe Naga Putih, Jalan Raya Bandara, Dobo, Sabtu (19/9/2026).

Di hadapan para alumni dan kader HMI, Timotius menegaskan bahwa pembangunan Aru harus bertumpu pada pemanfaatan potensi daerah, terutama sumber daya alam dan kekayaan laut, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Kepulauan Aru merupakan modal penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga generasi yang akan datang.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan sangat krusial. Kita harus memastikan pembangunan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan,” ujar Timotius.

Ia juga mendorong KAHMI dan KOHATI mengambil peran lebih aktif dalam memberikan gagasan, kritik konstruktif, serta kontribusi nyata terhadap berbagai program pembangunan di Kepulauan Aru.

Bagi Timotius, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Keterlibatan organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan elemen masyarakat sipil dibutuhkan untuk memperkaya perspektif sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap jalannya pembangunan.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Maemuna Renhoran, dari Majelis Nasional KAHMI tingkat pusat, yang hadir sebagai narasumber dalam diskusi ilmiah tersebut.

Maemuna menyoroti besarnya potensi kekayaan laut Kepulauan Aru yang dinilainya memiliki nilai strategis bagi masa depan daerah. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari kebijakan pengelolaannya.

“Kekayaan alam Aru bukan sekadar aset ekonomi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi masa depan daerah. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang berpihak pada kepentingan masyarakat sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” demikian pokok pandangannya.

Diskusi ilmiah tersebut mengangkat tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa dan KOHATI Bernilai, Perempuan Berdaulat”, dengan subtema “Optimalisasi KAHMI Aru dalam Mendukung Kinerja Pemerintah Daerah.”

Peringatan HUT ke-60 KAHMI dan KOHATI ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi para alumni dan kader HMI di Kepulauan Aru untuk memperkuat kontribusi sosial serta membangun komunikasi yang lebih produktif dengan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam bentuk gagasan dan kerja nyata. Pemerintah memiliki kebijakan dan program pembangunan, sementara organisasi kemasyarakatan dapat menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, menyampaikan kritik konstruktif, sekaligus menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Timotius Kaidel hadir bersama Wakil Bupati Kepulauan Aru Drs. Mohamad Djumpa, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para tamu undangan lainnya.

Momentum enam dekade KAHMI dan KOHATI di Kepulauan Aru pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk membangun daerah melalui sinergi, gagasan dan kerja nyata, dengan tetap menjaga kekayaan alam Aru untuk generasi mendatang. (ji5)

1 Menyukai postingan ini