Penyerahan 52 jaket pelampung kepada pemilik angkutan penumpang di Maluku Tenggara, Senin (26/10). (Ist)

Pemkab Malra Serahkan 52 Jaket Pelampung, Thaher Hanubun: Keselamatan Penumpang Jangan Dikorbankan!

5

Langgur, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memperkuat keselamatan transportasi laut dengan menyerahkan 52 jaket pelampung kepada penyelenggara angkutan penyeberangan dan wisata. Bantuan ini menjadi pengingat bagi operator agar tidak mengabaikan keselamatan penumpang saat melayani masyarakat di wilayah kepulauan.

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, transportasi laut bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga urat nadi kehidupan masyarakat Maluku Tenggara yang sangat bergantung pada jalur perairan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Senin (26/10/2026).

Dari total 52 jaket pelampung yang diserahkan, sebanyak 39 unit diperuntukkan bagi angkutan penumpang penyeberangan, sedangkan 13 unit lainnya dialokasikan untuk angkutan penumpang wisata.

Thaher menegaskan, penyediaan perlengkapan keselamatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Setiap operator wajib memastikan jaket pelampung tersedia sesuai kapasitas penumpang, berada dalam kondisi layak pakai, serta dapat digunakan dengan cepat ketika keadaan darurat terjadi.

“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, bukan hanya kewajiban, tetapi juga tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Thaher.

Ia mengingatkan para penyelenggara angkutan laut agar tidak menjadikan kecepatan perjalanan maupun keuntungan usaha sebagai alasan untuk mengesampingkan keamanan penumpang.

Menurutnya, kelalaian dalam memenuhi standar keselamatan dapat menempatkan nyawa manusia dalam bahaya. Karena itu, seluruh operator harus memastikan setiap perjalanan didukung perlengkapan yang memadai dan dijalankan sesuai prosedur keselamatan.

“Jangan mengabaikan keselamatan hanya demi mengejar waktu atau keuntungan,” ujarnya.

Selain kelengkapan jaket pelampung, Thaher meminta koordinasi antara operator angkutan laut, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait terus diperkuat. Pengawasan dan kepatuhan terhadap aturan pelayaran dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau operator, melainkan membutuhkan kepatuhan semua pihak, termasuk penumpang, terhadap prosedur yang berlaku.

Bagi Maluku Tenggara sebagai daerah kepulauan, keselamatan transportasi laut merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditawar. Bantuan jaket pelampung tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi benar-benar digunakan untuk melindungi penumpang dalam setiap perjalanan.

“Nyawa manusia terlalu berharga untuk dipertaruhkan,” tandas Thaher. (ji4)

1 Menyukai postingan ini