Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Bimtek Sertifikasi Keselamatan Kerja dalam menghadapi tantangan kerja di wilayah kepulauan, Senin (27/4). (Ist)

Pemkab Maluku Tenggara Perkuat SDM Konstruksi, Dorong Sertifikasi Tenaga Lokal

6

Langgur, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memperkuat kualitas pembangunan infrastruktur dengan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi, khususnya tenaga kerja lokal.

Komitmen itu ditunjukkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Keselamatan Konstruksi yang digelar di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (27/4).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), agar setiap proyek pembangunan berjalan aman, efektif, dan sesuai standar.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa sertifikasi tenaga konstruksi, terutama dalam aspek keselamatan kerja, bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar.

Menurutnya, keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan konstruksi. Tanpa itu, daerah akan terus bergantung pada tenaga profesional dari luar.

“Ini menyangkut keselamatan kerja. Jika tidak dianggap penting, maka kita akan terus bergantung pada tenaga dari luar daerah. Padahal, kita memiliki potensi sumber daya lokal yang harus diberdayakan,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara.

Rahantoknam menilai, masih ada sejumlah organisasi perangkat daerah yang belum memberikan perhatian serius terhadap sertifikasi keselamatan konstruksi, padahal hal tersebut telah menjadi syarat penting dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir di lingkungan kerja, dengan membangun budaya yang menempatkan kompetensi, profesionalisme, dan keselamatan sebagai prioritas utama.

Tantangan pembangunan di Maluku Tenggara, lanjutnya, tidaklah sederhana. Sebagai daerah kepulauan, pembangunan infrastruktur kerap dihadapkan pada keterbatasan akses, kondisi geografis yang kompleks, hingga faktor cuaca yang sulit diprediksi.

Karena itu, penerapan sistem keselamatan konstruksi dinilai menjadi faktor krusial untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan dengan aman dan sesuai standar yang ditetapkan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Maluku Tenggara bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap peserta tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga benar-benar mampu menerapkan standar keselamatan kerja dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek.

Sementara itu, Kepala Bidang Konstruksi Dinas PUTR Maluku Tenggara, Jerry Notanubun, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta kompetensi peserta dalam penerapan SMKK.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membangun budaya keselamatan kerja yang semakin kuat di sektor jasa konstruksi, sekaligus mendukung penyelenggaraan pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

Bimtek yang berlangsung selama empat hari, 27–30 April 2026, diikuti oleh 52 peserta dari berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Perhubungan, Dinas PUTR, hingga penyedia jasa konstruksi.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Maluku Tenggara berharap lahir lebih banyak tenaga konstruksi lokal yang kompeten, tersertifikasi, dan siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan daerah. (ji4)