-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Jakarta, JejakInfo.id — Setelah hampir 28 tahun tak kunjung dikerjakan, Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mendapat penegasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Proyek raksasa migas tersebut ditargetkan mulai dikerjakan dalam enam bulan ke depan atau awal Tahun 2027 oleh perusahaan asal Jepang, INPEX," pesan tegas Prabowo itu disampaikan saat menyapa Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara khusus menyinggung kepastian pelaksanaan proyek Blok Masela yang selama puluhan tahun belum juga memasuki tahap pengerjaan sebagaimana diharapkan masyarakat Maluku.
“Tempatnya Blok Masela ya. Itu sudah pasti dikerjakan dalam waktu dekat,” tegas Prabowo saat menyapa Gubernur Hendrik Lewerissa.
Presiden mengungkapkan, perjuangan merealisasikan proyek tersebut telah berlangsung selama 28 tahun. Namun, hingga kini, masyarakat di wilayah penghasil masih menantikan manfaat nyata dari pengembangan sumber daya gas alam yang melimpah di kawasan tersebut.
Prabowo mengaku telah mempertegas komitmen pemerintah Indonesia kepada manajemen INPEX saat melakukan kunjungan ke Jepang. Dalam pertemuan itu, ia menekankan bahwa proyek Masela bukan sekadar investasi bisnis, melainkan juga menyangkut kebutuhan dan kesejahteraan rakyat.
“Rakyat kami sangat membutuhkan. Rakyat kami masih banyak yang hidupnya susah. PT INPEX masih tertarik mengerjakan proyek ini atau tidak. Kalau tidak bisa, terpaksa kami cabut kesepakatan kerja samanya,” ujar Prabowo, mengungkapkan ketegasannya saat berkomunikasi dengan pihak perusahaan.
Menurut Prabowo, sikap tegas tersebut mendapat respons dari manajemen INPEX. Perusahaan itu, kata dia, berjanji aktivitas pengerjaan proyek sudah mulai berlangsung dalam enam bulan ke depan.
Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal penting bagi Maluku, khususnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya (MBD) yang telah lama menaruh harapan besar terhadap realisasi proyek Gas Abadi Masela.
Proyek tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pembangunan di wilayah yang selama ini menantikan dampak langsung dari kekayaan sumber daya alamnya.
Prabowo juga meminta seluruh pihak mendukung pelaksanaan setiap Proyek Strategis Nasional. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada besarnya nilai investasi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga di daerah penghasil.
Rakornas TPAKD sendiri dihadiri 18 gubernur, 14 wakil gubernur, 230 bupati, 62 wali kota, 51 wakil bupati, dan 15 wakil wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam forum yang sama, Provinsi Maluku meraih penghargaan sebagai TPAKD terbaik regional timur, yang mencakup wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penghargaan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Maluku. (ji1)
