Pengurus Kecamatan dan Organisasi Sayap Geruduk DPD Golkar Ambon pertanyakan arah konsolidasi musyawarah daerah. (Ist)

Pengurus Kecamatan dan Organisasi Sayap Geruduk DPD Golkar Ambon, Pertanyakan Arah Konsolidasi Musda

51

Ambon, JejakInfo.id — Sejumlah pengurus kecamatan, KPPG dan AMPG mendatangi Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon di kawasan Karang Panjang, Jumat sore. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan langkah konsolidasi partai setelah terbitnya SK Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kota Ambon kepada Ely Toisuta.

Perwakilan pengurus kecamatan bersama KPPG dan AMPG tiba di sekretariat sekitar pukul 17.45 WIT. Mereka kemudian diterima Sekretaris DPD II Golkar Kota Ambon, Rudy Lawalatta, bersama sejumlah pengurus lainnya.

Dalam pertemuan awal, para pengurus tersebut meminta bertemu langsung dengan Plt Ketua DPD Golkar Kota Ambon, Ely Toisuta. Namun, Ely tidak berada di tempat karena sedang menjalankan aktivitasnya sebagai Wakil Wali Kota Ambon.

“Kami menghargai dan menyambut baik kehadiran teman-teman. Untuk saat ini Plt Ketua DPD, Ibu Ely Toisuta, tidak berada di tempat karena kesibukan sebagai Wakil Wali Kota Ambon. Nanti kami koordinasikan dengan beliau, baru kami sampaikan kepada perwakilan,” kata Rudy.

Sementara itu, Ketua Kecamatan Baguala, Joseph Ruban, mengatakan kedatangan mereka terutama untuk meminta penjelasan mengenai sejauh mana mandat SK Plt dijalankan dalam rangka mengonsolidasikan internal partai.

Menurut Joseph, sejak SK Plt diterbitkan, pihaknya baru satu kali melakukan pertemuan dengan Ely Toisuta. Selain konsolidasi, mereka juga meminta kejelasan mengenai kelanjutan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kota Ambon.

Ia mengingatkan, amanat SK Plt dilarang melakukan pergantian atau Plt. jelang Musda, Muscam dan Musdes.

"Hal ini berdasarkan Juklak 2 Tahun 2025 pasal 72 ayat 1 dan 2, dilarang melakukan Plt. jelang Musda, Muscam dan Musdes. Karena itu kami mempertanyakan apakah Musda ini digelar ulang atau dilanjutkan agenda sebelumnya yang hanya diskors. Sebab, kami tetap mempertahankan bahwa Musda X hanya diskors, bukan dibatalkan,” tegas Joseph.

Dalam kesempatan itu, Joseph juga menyoroti pernyataan Ilham Sipahutar yang menurutnya membawa isu agama ke dalam dinamika internal partai.

Joseph menilai pernyataan tersebut tidak semestinya muncul dalam proses konsolidasi Golkar yang menurutnya merupakan partai nasionalis.

“Pernyataan yang disampaikan saudara Ilham Sipahutar sangat tendensius. Bagaimana mungkin dia melontarkan isu agama dalam proses ini? Tadi dia sampaikan sudah terbaca pikiran kami, bahwa Kota Ambon harus dipimpin komunitas tertentu, dan seolah-olah kami mendesain isu agama dalam proses ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, dinamika Musda seharusnya tidak diarahkan menjadi persoalan antarentitas agama.

“Golkar ini partai nasionalis, bukan partai agama atau golongan tertentu. Saudara Ilham jangan menyampaikan pernyataan seperti itu. Jangan mempetakonflikan kita dalam ruang entitas agama,” tegasnya.

Joseph juga meminta seluruh kader Golkar Kota Ambon mengedepankan objektivitas serta mempertimbangkan setiap langkah politik secara matang. Menurut dia, keputusan yang keliru dalam proses konsolidasi dapat berpengaruh terhadap posisi dan elektabilitas partai ke depan.

Senada dengan Joseph, Sekretaris Kecamatan Nusaniwe, Edwin Manusiwa, juga menyayangkan pernyataan Ilham Sipahutar yang dinilainya berpotensi memicu konflik di antara sesama kader.

“Itu pernyataan konyol. Tidak pantas membawa isu agama dalam proses ini,” tegas Edwin.

Edwin menambahkan, Ely Toisuta dapat terpilih sebagai anggota DPRD Kota Ambon karena memperoleh dukungan dari pemilih. Karena itu, menurut dia, persoalan agama tidak seharusnya dikaitkan dengan proses Musda.

“Perlu kami tegaskan, kami sama sekali tidak pernah menggunakan isu agama dalam proses ini. Sekali lagi, kami tidak pernah membawa-bawa isu agama dalam proses Musda,” katanya.

Di tengah dinamika internal tersebut, proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Kota Ambon juga mulai berjalan.

Informasi yang diterima media ini, sedikitnya dua nama telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua melalui perwakilan.

Kedua nama tersebut yakni Steven Izaac Risakotta dan Ely Toisuta. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan internal Partai Golkar mengenai mekanisme dan tahapan Musda DPD Golkar Kota Ambon. (ji2)

1 Menyukai postingan ini