-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Jakarta, JejakInfo.id — Upaya memperkuat urat nadi transportasi di wilayah kepulauan kembali digencarkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Bupati Muhammad Thaher Hanubun merangsek ke jantung Ibu Kota Jakarta. Ia "menggedor" sekaligus membawa harapan besar bagi konektivitas daerahnya dengan menyerahkan proposal pengembangan tiga pelabuhan strategis kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), Muhammad Masyhud di Kantor Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Selasa (7/4).
Langkah ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Bagi daerah seperti Maluku Tenggara, laut adalah jalan utama, bukan pelengkap. Dari sanalah roda ekonomi berputar, masyarakat berpindah, dan kebutuhan pokok didistribusikan.
Tiga pelabuhan yang diusulkan antara lain: Pelabuhan Elat, Pelabuhan Banda Ely, dan Pelabuhan Uf Maar Danar. Tiga pelabuhan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas antarpulau di Kabupaten Maluku Tenggara. Pengembangannya diyakini mampu membuka akses yang lebih luas sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini masih membebani masyarakat.
“Maluku Tenggara adalah wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut,” ujar Thaher.
Pernyataan itu mencerminkan realitas sehari-hari warganya, di mana laut bukan pemisah, melainkan penghubung kehidupan.
Dalam pertemuan tersebut, Thaher menekankan bahwa penguatan sektor transportasi laut bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Tantangan mobilitas dan distribusi barang hanya bisa dijawab dengan infrastruktur pelabuhan yang memadai dan terencana.
Fokus usulan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemerintah daerah mendorong penyusunan dokumen perencanaan yang matang. Mulai dari rencana induk, desain teknis, hingga kajian lingkungan. Semua itu menjadi fondasi agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.
Perhatian khusus diberikan pada Pelabuhan Banda Ely yang berada di Kei Besar. Posisi strategisnya sebagai simpul transportasi membuat pelabuhan ini dinilai berpotensi besar memangkas biaya perjalanan masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur darat alternatif dengan ongkos tinggi. Saat ini, Banda Ely bahkan telah menjadi titik singgah kapal penyeberangan dan pelayaran perintis. Sebuah tanda bahwa geliatnya sudah terasa.
Sementara itu, Pelabuhan Elat yang telah berstatus pelabuhan pengumpan regional masih membutuhkan sentuhan pengembangan lanjutan. Keterbatasan fasilitas yang ada dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan transportasi yang terus meningkat.
Berbeda lagi dengan Pelabuhan Uf Maar Danar. Kawasan ini masih berada pada tahap awal, dengan usulan studi kelayakan sebagai pintu masuk pengembangan. Namun potensinya tidak main-main. Pelabuhan ini digadang menjadi gerbang baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata, perikanan, hingga pertanian di Kei Kecil.
Langkah yang diambil Bupati Thaher menunjukkan satu hal: pembangunan di wilayah kepulauan tidak bisa menunggu. Ketika laut menjadi penghubung utama, maka pelabuhan adalah titik harapan, tempat masa depan ekonomi daerah mulai berlabuh. (ji4)



