Para pekerja Kristen BRI Cabang Masohi menggelar ibadah rutin, Jumat (27/2). (Ist)

Persekutuan Pekerja Kristen BRI Masohi Menguatkan Iman di Tengah Tuntutan Kerja

87

Masohi, JejakInfo.id — Suasana berbeda terasa di lantai 1 Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Masohi, Jumat (27/2).

Di tengah padatnya aktivitas pelayanan perbankan, para pekerja berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan menyatukan hati dalam ibadah rutin yang digelar Persekutuan Pekerja Kristen (PPK) BRI Cabang Masohi.

Ibadah yang menjadi bagian dari kegiatan Kerohanian RO Makassar itu dipimpin oleh Pdt. Desy Tehuayo. Dalam khotbahnya, ia mengangkat pesan dari Kitab Ratapan 3:22–23 tentang kasih Tuhan yang tak pernah berkesudahan. Pesan itu terasa relevan bagi para pekerja bank yang setiap hari bergelut dengan target, tanggung jawab, dan berbagai persoalan pekerjaan.

“Sebagai pekerja Kristen, kita diperhadapkan dengan banyak aktivitas dan tantangan. Namun kita harus selalu ingat, kasih Tuhan tetap menyertai dan melindungi,” ungkapnya di hadapan jemaat.

Ia mengajak seluruh pekerja BRI Masohi untuk saling menopang dan mengasihi satu sama lain. Menurutnya, suasana kerja yang dilandasi kasih akan melahirkan damai, memperkuat kebersamaan, sekaligus mendorong pencapaian target perusahaan secara sehat dan bermartabat.

Ketua PPK BRI Cabang Masohi, David Sahertian, menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan persekutuan tersebut.

Ia juga mengapresiasi pelayanan firman yang dinilai memberi pengharapan dan kekuatan baru bagi para pekerja.

“Ibadah rutin bulanan ini sangat kami butuhkan, terutama bagi kami yang bekerja di dunia perbankan. Kami perlu terus diingatkan oleh Firman Tuhan agar dapat bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kerohanian seperti ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sumber penguatan iman agar setiap pekerja mampu menjalankan tugas dengan integritas dan tanggung jawab. Ia berharap, melalui persekutuan yang terus terjaga, setiap karyawan dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pekerjaan yang dipercayakan.

Di tengah dinamika dunia kerja yang kian menuntut profesionalisme dan ketahanan mental, ibadah rutin ini menjadi ruang teduh. Tempat para pekerja menimba kekuatan rohani sebelum kembali melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (ji5)