Manajemen Perumda Panca Karya buka suara merespon insiden yang dialami KMP Tatihu. (Ist)

Perumda Panca Karya Buka Suara soal Insiden KMP Tatihu, Tualeka: Itu Force Majeure, Bukan Disengaja!

35

Ambon, JejakInfo.id — Manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya akhirnya angkat bicara terkait insiden gangguan teknis yang dialami KMP Tatihu saat hendak melakukan pelayaran di Pelabuhan Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (26/10/2026).

Manajemen membantah adanya unsur kesengajaan maupun pembiaran terhadap gangguan teknis yang sempat menghambat proses keberangkatan kapal. Pihak perusahaan menegaskan, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dan informasi mengenai kendala tersebut telah disampaikan kepada petugas pelabuhan.

Direktur Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, didampingi Kapten KMP Tatihu, Hamid Maniler, menjelaskan bahwa kapal tersebut sebenarnya dijadwalkan melayani pelayaran pukul 07.00 WIT, setelah armada lain menyelesaikan trip pertama.

Namun, ketika KMP Tatihu merapat di dermaga untuk memulai pelayanan, terjadi gangguan pada sistem kelistrikan yang menyebabkan ramp door atau pintu rampa kapal tidak dapat diturunkan secara sempurna.

Menyadari adanya kendala tersebut, kapten kapal langsung menginstruksikan awak kapal untuk berkoordinasi dengan petugas pelabuhan. Petugas kemudian diminta menyampaikan kepada calon penumpang agar tidak terlebih dahulu naik ke kapal sampai gangguan berhasil diatasi.

Di tengah proses perbaikan, KMP Inalika tiba di pelabuhan. Kapten KMP Tatihu kemudian berkoordinasi dengan kapten KMP Inalika agar penumpang dapat dialihkan untuk diangkut menggunakan armada tersebut.

Setelah sekitar 40 menit dilakukan perbaikan, sistem kelistrikan, khususnya relay timer, kembali berfungsi normal. KMP Tatihu pun dapat melanjutkan pelayanan dan mengambil trip ketiga pada hari yang sama.

Tualeka menegaskan, tidak benar jika muncul pemberitaan yang menyebut petugas KMP Tatihu mengabaikan persoalan teknis atau tidak memberikan informasi kepada penumpang.

"Kalau ada pemberitaan yang menyampaikan bahwa petugas KMP Tatihu mengabaikan atau tidak menginformasikan kendala teknis, itu tidak benar. Kapten sudah menyampaikan kepada petugas pelabuhan agar memberitahukan kepada para penumpang untuk tidak naik ke kapal," tegas Tualeka.

Ia menjelaskan, gangguan tersebut merupakan kejadian di luar perkiraan dan bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak manajemen maupun awak kapal.

Meski demikian, Tualeka mengakui bahwa masyarakat sebagai pengguna jasa pelayaran berhak mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak.

"Kami memahami bahwa masyarakat sebagai pengguna jasa memang harus diutamakan. Tetapi, insiden itu bukan disengaja. Ini merupakan kondisi di luar perkiraan atau force majeure," ujarnya.

Di sisi lain, Tualeka menyayangkan munculnya sejumlah pernyataan yang menyebut kondisi KMP Tatihu seperti besi tua, bahkan warna armada tersebut dianalogikan seperti dapur terbakar. Ia juga tidak sependapat dengan pemberitaan yang dinilainya membawa-bawa institusi Dinas Perhubungan.

Menurutnya, fakta bahwa KMP Tatihu masih beroperasi melayani lintasan Hunimua-Waipirit hingga saat ini perlu menjadi bagian dari pemberitaan secara berimbang.

"Faktanya, setelah perbaikan, KMP Tatihu masih melayari lintasan Hunimua-Waipirit sampai saat ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tualeka mengatakan persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius manajemen Perumda Panca Karya.

Bahkan, dalam rapat yang berlangsung Jumat (30/10/2026), pihaknya telah memaparkan secara langsung kronologi kejadian di hadapan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semmy Huwae, bersama Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Maluku.

Rapat tersebut turut dihadiri Kapten KMP Tatihu Hamid Maniler, Direktur Operasional Perumda Panca Karya Sjaifudin Goo, serta Manajer Pelayaran Coor Pattinama.

Pertemuan itu menjadi ruang bagi manajemen untuk menjelaskan persoalan yang sebenarnya terjadi sekaligus menyampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan.

Tualeka kembali menegaskan bahwa gangguan teknis dalam operasional armada pelayaran merupakan persoalan yang dapat terjadi dan tidak hanya dialami KMP Tatihu. Namun, setiap gangguan harus ditangani secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

"Kami dari Perumda Panca Karya memohon maaf kepada para penumpang yang terdampak akibat kejadian ini. Sesungguhnya, insiden seperti ini bukan hanya terjadi pada KMP Tatihu, tetapi juga bisa dialami armada lainnya. Persoalan teknis pasti saja bisa terjadi," tandasnya.

Tualeka berharap penjelasan tersebut dapat memberikan gambaran utuh kepada masyarakat mengenai insiden KMP Tatihu. Pada saat yang sama, pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan keselamatan pengguna jasa penyeberangan di lintasan Hunimua-Waipirit. (ji7)

1 Menyukai postingan ini