PIDATO POLITIK TERKAIT MUSDA KOTA AMBON

139

Saya, Steven Izaac Risakotta, menyikapi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kota Ambon yang berlangsung di Swiss-belhotel, Sabtu 10 Oktober 2026, dengan penuh rasa hormat terhadap seluruh kader, pimpinan, dan keluarga besar Partai Golkar.

Saya memahami bahwa dalam politik setiap dinamika adalah sesuatu yang biasa. Perbedaan pandangan, kompetisi, bahkan keputusan yang tidak sesuai dengan harapan kita adalah bagian dari proses demokrasi. Karena itu, saya memilih untuk tidak membalas proses politik dengan kemarahan, apalagi dengan membangun permusuhan.

Namun, ada satu hal yang menurut saya jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok, yaitu menjaga konstitusi organisasi.

Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan. Tetapi pada saat yang sama, saya memiliki pandangan bahwa pelaksanaan Musda Kota Ambon saat ini telah menimbulkan sejumlah pertanyaan serius mengenai konsistensi terhadap aturan organisasi. 

Bagi saya, persoalannya bukan lagi tentang siapa yang menang atau siapa yang kalah, melainkan tentang apakah seluruh proses telah berjalan sesuai dengan konstitusi Partai Golkar.

Saya menyadari bahwa secara politik saya mungkin berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Saya juga memahami bahwa keputusan-keputusan politik terkadang dapat membuat seseorang merasa diperlakukan tidak adil. Tetapi saya memilih untuk tidak menjadikan apa yang saya alami sebagai alasan untuk memecah persaudaraan.

Saya tidak ingin membalas perlakuan politik dengan perlakuan politik. Saya memilih menjaga martabat, menghormati proses, dan menyerahkan penilaian kepada mekanisme organisasi.

Musda seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan kader, bukan justru meninggalkan pertanyaan tentang konstitusionalitas prosesnya. Karena itu, ketika ada proses yang dipandang tidak sejalan dengan ketentuan organisasi, kewajiban kita bukan saling menyalahkan, melainkan mengingatkan dengan cara yang santun dan bermartabat.

Saya percaya Partai Golkar adalah partai besar yang memiliki sejarah panjang, pengalaman politik, dan tradisi demokrasi yang kuat. Karena itu, saya yakin Partai Golkar tidak akan takut terhadap kritik dari kadernya sendiri.

Kalau memang prosesnya sudah sesuai aturan, mari kita hormati bersama. Tetapi jika masih terdapat persoalan konstitusional, mari kita berani memperbaikinya.

Saya tidak ingin Musda X Kota Ambon meninggalkan luka bagi kader-kader Golkar. Saya juga tidak ingin persoalan hari ini menjadi beban bagi kepemimpinan Partai Golkar di masa yang akan datang.

Bagi saya, jabatan adalah sementara, tetapi kehormatan organisasi harus dijaga selamanya.

Saya mungkin merasa teraniaya secara politik, tetapi saya tidak ingin membalasnya dengan kebencian. Saya mungkin memiliki keberatan terhadap proses yang berlangsung, tetapi saya tetap menghormati seluruh kader dan pimpinan Partai Golkar.

Saya memilih untuk berjiwa besar, karena perjuangan politik tidak boleh menghilangkan persaudaraan. Yang saya perjuangkan bukan semata-mata kepentingan Steven Risakotta. Akan tetapi yang saya perjuangkan adalah agar konstitusi organisasi tetap menjadi panglima dalam setiap proses demokrasi Partai Golkar.

Karena ketika konstitusi ditempatkan di persimpangan, maka yang harus kita selamatkan bukan kepentingan satu orang, melainkan marwah organisasi dan masa depan Partai Golkar Kota Ambon.

Saya mengajak seluruh kader untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan ruang kepada mekanisme organisasi untuk menyelesaikan setiap persoalan secara adil dan konstitusional.

Berbeda pilihan politik tidak berarti harus bermusuhan. Berbeda pandangan tidak berarti kehilangan persaudaraan. Dan kalah atau menang dalam sebuah kontestasi bukan alasan untuk kehilangan kehormatan.

Saya percaya, pada akhirnya waktu dan konstitusi akan memberikan jawaban yang paling objektif.

Salam hormat untuk seluruh kader Partai Golkar Kota Ambon.
Steven Izaac Risakotta!

1 Menyukai postingan ini