PTMSI Maluku bidik atlet usia dini dengan melakukan kegiatan Pingpong Goes To School. Program ini perdana diluncurkan ke Sekolah Rakyat Maluku Tengah yang berlokasi di Hollo, Kecamatan Amahai. (Ist)

PTMSI Maluku Bidik Atlet Usia Dini, Alfred Hong Bawa Pingpong Goes To School ke Sekolah Rakyat Malteng

12

Masohi, JejakInfo.id — Dari sebuah meja dan bola kecil, harapan besar untuk melahirkan atlet tenis meja Maluku mulai dibangun. Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maluku memilih sekolah sebagai pintu masuk pembinaan atlet usia dini melalui program Pingpong Goes To School.

Program tingkat Provinsi Maluku itu resmi diluncurkan di Sekolah Rakyat Kabupaten Maluku Tengah, Hollo, Kecamatan Amahai, Jumat (28/8/2026).

Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir melaunching program tersebut di sela-sela kegiatan Open House Sekolah Rakyat. Momentum peluncuran ditandai dengan aksi melepas bola pingpong di atas meja bersama Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto.

Bagi PTMSI Maluku, peluncuran itu bukan sekadar seremoni. Ada target yang jauh lebih besar: membawa tenis meja masuk ke sekolah-sekolah dan menjadikannya bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini.

Ketua PTMSI Maluku, Hong Arta John Alfred, mengatakan Kabupaten Maluku Tengah dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana karena mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Maluku Tengah yang sudah menyiapkan tempat dan waktu untuk kita bisa mengadakan acara launching Pingpong Goes To School di Kabupaten Maluku Tengah,” kata Alfred.

Ia berharap peluncuran perdana di Malteng menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lainnya di Maluku untuk ikut menyediakan fasilitas tenis meja.

Menurut Alfred, semakin banyak anak yang mendapatkan kesempatan bermain, semakin besar pula peluang menemukan talenta-talenta baru yang bisa dibina menjadi atlet berprestasi.

“Kita berharap dengan launching ini, semua sekolah di Kabupaten Maluku Tengah khususnya dan Maluku umumnya bisa punya fasilitas meja pingpong dan semua anak sekolah bisa bermain pingpong,” ujarnya.

Alfred menilai keterlibatan sekolah sangat penting karena pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan kejuaraan. Anak-anak harus diperkenalkan lebih awal dengan olahraga tersebut dan diberikan ruang untuk berlatih secara rutin.

"Karena itu, Program Pingpong Goes To School diarahkan untuk berkembang menjadi kegiatan ekstrakurikuler di satuan pendidikan, khususnya tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)," tandasnya.

Bukan Sekadar Meja dan Bola

Ketua Harian PTMSI Maluku, Musriadin Labahawa, menegaskan bahwa program ini dirancang agar tidak berhenti setelah peluncuran.

PTMSI mendorong sekolah-sekolah, terutama jenjang SD dan SMP, menjadikan tenis meja sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

“Jadi hari ini kita PTMSI Maluku sudah melakukan launching perdana Pingpong Goes To School tingkat provinsi yang dipusatkan di Kabupaten Maluku Tengah,” kata Musriadin.

Karena itu, ia meminta para kepala sekolah menangkap peluang tersebut dan segera menindaklanjutinya di lingkungan pendidikan masing-masing.

PTMSI Maluku, kata Musriadin, juga telah menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk menunjang program tersebut. Mulai dari fasilitas tenis meja, pelatihan bagi siswa hingga tenaga pelatih yang akan mendampingi proses pembinaan.

Tak hanya siswa yang menjadi sasaran. Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) juga akan mendapatkan pelatihan agar mampu menjadi penggerak pembinaan tenis meja di sekolah.

“Guru-guru PJOK di sekolah itu juga kita latih agar supaya mereka juga bisa melatih para siswa yang ada di satuan pendidikan yang ada di SD dan SMP,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi penting agar pembinaan tidak bergantung sepenuhnya pada pelatih dari luar sekolah. Guru diharapkan mampu meneruskan proses latihan secara berkelanjutan setelah program berjalan.

Malteng Buka Pintu

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyambut baik program tersebut.

Bupati Zulkarnain Awat Amir menilai olahraga dapat menjadi ruang yang sehat bagi anak-anak untuk menyalurkan energi, menemukan minat, sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.

Peluncuran Pingpong Goes To School sengaja digelar bersamaan dengan Open House Sekolah Rakyat. Pemerintah daerah ingin memastikan lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi potensi anak.

Dukungan Pemkab Malteng diharapkan menjadi awal bagi sekolah-sekolah lain untuk membuka pintu yang sama.

Sebab, dari sekolah-sekolah itulah PTMSI Maluku ingin menemukan calon-calon atlet masa depan.

Meja pingpong yang selama ini mungkin hanya dianggap sebagai sarana permainan, kini diarahkan menjadi bagian dari jalan panjang pembinaan prestasi.

Bola kecil yang dipukul dari satu sisi meja ke sisi lainnya pun diharapkan menjadi awal lahirnya atlet-atlet tenis meja Maluku yang kelak mampu berbicara di tingkat daerah, nasional, bahkan lebih tinggi. (ji7)

1 Menyukai postingan ini