Sambutan Ketua PCPS GMKI Ambon, Pdt. Ricardo Rikumahu dalam pelaksanaan Raker yang berlangsung di Ballroom Manise Hotel, Jumat (1/5). (Ist)

Raker PCPS GMKI Ambon: Menyalakan Semangat Pelayanan di Tengah Dinamika Zaman

16

Ambon, JejakInfo.id — Suasana khidmat bercampur semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Ambon yang digelar Jumat (1/5) di Ballroom Manise Hotel, Ambon.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang perjumpaan gagasan dan refleksi peran di tengah perubahan zaman yang kian cepat.

Rangkaian acara dibuka dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Janes Titaley, menghadirkan nuansa spiritual sebagai fondasi awal. Tak lama berselang, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi membuka raker tersebut.

Dalam sambutannya, Wattimena mengaitkan pelaksanaan raker dengan dua momentum penting: Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Guru Nasional. 

Ia menegaskan bahwa keduanya bukan sekadar peringatan simbolik, melainkan pengingat akan perjuangan panjang demi keadilan dan kesejahteraan bagi buruh dan guru.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa keadilan sosial harus terus diperjuangkan. Buruh dan guru berhak mendapatkan perlakuan yang layak dan kesejahteraan yang memadai,” ujarnya.

Lebih jauh, ia melihat raker sebagai wadah strategis untuk melahirkan gagasan-gagasan segar yang tidak hanya bergema di lingkungan gereja, tetapi juga merambah dunia akademik hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Ketua PCPS GMKI Ambon, Pdt. Ricardo Rikumahu menggarisbawahi pentingnya ketahanan di tengah dinamika sosial, budaya, agama, dan politik yang terus bergerak. Ia menekankan bahwa para senior GMKI tidak boleh kehilangan pijakan.

“Ketahanan iman, ketahanan ide, dan integritas adalah fondasi utama. Dari situlah lahir soliditas yang menjadi kunci untuk membawa PCPS masuk dalam dinamika yang lebih luas,” tegasnya.

Sebagai Wakil Ketua I MPH Sinode, Rikumahu juga mengingatkan kembali moto GMKI, Ut Omnes Unum Sint—agar semua menjadi satu. Baginya, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan energi yang harus terus dirawat dan diperkuat.

Raker ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, legislatif, tokoh gereja, hingga akademisi dan pimpinan organisasi kepemudaan.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa forum ini memiliki arti strategis, tidak hanya bagi internal GMKI, tetapi juga bagi pembangunan sosial yang lebih luas di Ambon.

Di tengah tantangan zaman yang kompleks, raker ini menjadi penanda bahwa semangat pelayanan tetap menyala—menjaga arah, memperkuat persatuan, dan merawat harapan. (ji6)