-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Ratna Dian Fatawary akhirnya angkat bicara terkait beredarnya berbagai pemberitaan di sejumlah media online maupun informasi yang tersebar melalui platform media sosial, seperti Facebook dan TikTok, yang mengaitkan dirinya dengan Komisaris Bank Maluku Malut, Michael Papilaya.
Melalui keterangan pers yang disampaikan di Ambon, Senin (13/7/2026), Ratna menegaskan bahwa seluruh informasi yang menyebut dirinya memiliki hubungan asmara dengan Michael Papilaya hingga dikabarkan sedang mengandung adalah tidak benar.
Ia menyebut kabar tersebut sebagai hoaks yang mengarah pada fitnah dan telah mencemarkan nama baik dirinya maupun pihak lain yang turut disebutkan dalam pemberitaan.
"Saya tegaskan bahwa saya sama sekali tidak memiliki hubungan percintaan ataupun perselingkuhan dengan Bapak Michael Papilaya. Apalagi sampai diberitakan bahwa saya sedang hamil akibat hubungan tersebut. Informasi itu sama sekali tidak benar dan merupakan hoaks yang sudah berbau fitnah," tegas Ratna.
Ratna tidak menampik bahwa beberapa waktu lalu dirinya memang sempat melaporkan istri Michael Papilaya ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease atas dugaan penganiayaan. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah dirinya menilai kejadian itu merupakan sebuah kesalahpahaman.
Menurutnya, tidak ada kerugian yang bersifat fatal maupun serius yang dialaminya sehingga ia memilih mencabut laporan tersebut secara resmi dan membuka ruang penyelesaian melalui jalur kekeluargaan.
"Karena saya menilai persoalan itu hanya merupakan bentuk kesalahpahaman dan tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi saya, maka laporan tersebut telah saya cabut secara resmi. Saat ini kami memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan," jelasnya.
Ratna juga menyayangkan munculnya berbagai pemberitaan yang, menurutnya, tidak didasarkan pada fakta yang benar. Ia menilai informasi yang berkembang justru menyeret nama Michael Papilaya dalam isu yang tidak memiliki dasar.
Selain itu, ia mengaku prihatin karena persoalan pribadi yang sempat terjadi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tertentu dengan menyebarkan narasi yang tidak sesuai fakta.
Karena itu, Ratna mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Saya berharap seluruh pihak menghentikan penyebaran informasi yang tidak benar dan tidak lagi mengembangkan isu-isu yang hanya akan merugikan berbagai pihak," ujarnya.
Melalui klarifikasi ini, Ratna berharap berbagai informasi yang selama ini beredar di ruang publik dapat diluruskan sehingga tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (ji5)


