-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Ambon, JejakInfo.id — Aula Rektorat Universitas Pattimura siang itu dipenuhi suasana khidmat yang berbeda dari biasanya. Bukan sekadar seremoni akademik, tetapi sebuah penanda bahwa ilmu pengetahuan terus tumbuh dan kampus ini kembali melahirkan pemikir-pemikir di puncak keilmuan.
Dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas, Rabu (11/2), enam dosen resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar. Jumlah yang bertambah, tetapi maknanya jauh lebih dalam: bertambahnya kekuatan intelektual yang diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Mereka datang dari disiplin ilmu yang beragam. Dari statistika spasial yang membaca pola ruang, kimia bahan alam yang menggali potensi kekayaan lokal, hingga kecerdasan buatan yang kini menjadi wajah masa depan. Ada pula yang menekuni bahasa, pendidikan, hingga pengelolaan wilayah pesisir. Bidang yang sangat dekat dengan realitas Maluku sebagai daerah kepulauan.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd menegaskan bahwa pengukuhan ini bukanlah sekadar seremoni yang berhenti di ruang aula. Ia melihatnya sebagai momentum penting untuk memperkuat peran kampus dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Dari sini lahir gagasan, solusi, dan arah masa depan,” ujarnya.
Ia menyoroti beragam pemikiran yang disampaikan para Guru Besar dalam orasi ilmiah mereka. Mulai dari isu lingkungan dan ketahanan wilayah, pemanfaatan potensi bahan alam, hingga penggunaan kecerdasan artifisial dalam memperluas akses dan pengambilan keputusan. Semua itu, menurutnya, bukan sekadar wacana melainkan fondasi yang bisa diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi nyata.
Bagi Maluku, gagasan-gagasan tersebut memiliki arti strategis. Sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan pembangunan yang kompleks, kehadiran para Guru Besar diharapkan mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Rektor pun mengingatkan, gelar Guru Besar bukanlah garis akhir. Justru di sanalah tanggung jawab terbesar dimulai untuk terus melahirkan karya, membimbing generasi muda, dan menjaga marwah akademik melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, melihat penambahan Guru Besar ini sebagai harapan baru bagi daerah. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan Maluku,” katanya.
Menurutnya, para Guru Besar bukan sekadar akademisi, melainkan aset strategis daerah. Mereka diharapkan terlibat dalam merumuskan kebijakan, memperkuat tata kelola pembangunan, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan ilmiah.
Di tengah prosesi yang berlangsung, satu pesan terasa kuat: ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas atau jurnal. Ia harus hidup, bergerak, dan memberi manfaat.
Dan dengan bertambahnya enam Guru Besar hari itu, Universitas Pattimura seolah menegaskan bahwa dari Ambon, kontribusi untuk masa depan terus ditumbuhkan. (ji6)
Acara Pengukuhan Guru Besar tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi Republik Indonesia Nomor: 1759 - 1761/M/KPT.KP/2026 dan 44458/M/KPT.KP/2025 dan 44459/M/KPT.KP/2025 dan 44466/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Adapun keenam Guru Besar yang dikukuhkan dalam acara tersebut antara lain:
1. Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si.,M.Si dalam ranting ilmu/kepakaran Statistika Spasial pada Fakultas Sains dan Teknologi
2. Prof. Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si.,M.Si dalam ranting ilmu/kepakaran Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi
3. Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd.,M.Hum dalam ranting ilmu/kepakaran Pendidikan Bahasa Linguistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
4. Prof. Dr. Wilma Latuny, ST.,M.Si.,M.Phil.,Ph.D dalam ilmu/kepakaran Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik
5. Prof. Dr. Ir. Pieter Th. Berhitu, ST.,MT dalam ranting ilmu/kepakaran Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik
6. Prof. Dr. Kalvin Karuna, M.Pd dalam ranting ilmu/kepakaran Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura



