Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menghadiri kegiatan Discussion and Exchange with Guangxi Academy of Social Sciences and Guangxi Minzu University di Nanning, Guangxi, Tiongkok, Senin (12/10). (Ist)

Rektor Unpatti Jajaki Kerja Sama Akademik di Tiongkok, Perkuat Jejaring Internasional

3

Tiongkok, JejakInfo.id — Universitas Pattimura (Unpatti) terus membuka jalan menuju pergaulan akademik internasional. Kali ini, Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menghadiri kegiatan Discussion and Exchange with Guangxi Academy of Social Sciences and Guangxi Minzu University di Nanning, Guangxi, Tiongkok, Senin (12/10/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi antara Unpatti dan dua institusi pendidikan serta penelitian di Tiongkok tersebut.

Bagi Unpatti, perluasan jejaring internasional bukan sekadar membangun hubungan antarlembaga. Lebih dari itu, kerja sama ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta gagasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat pemahaman lintas budaya.

Dalam sambutannya, Fredy menyampaikan kehormatan dan apresiasinya atas kesempatan untuk berdialog dengan Guangxi Academy of Social Sciences dan Guangxi Minzu University.

“Suatu kehormatan bagi saya untuk hadir di Guangxi Academy of Social Sciences dan Guangxi Minzu University sebagai Rektor Universitas Pattimura,” ungkapnya.

Ia kemudian memperkenalkan Maluku sebagai wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, bahasa, komunitas, dan tradisi yang beragam.

Menurut Fredy, keberagaman tersebut bukan hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku, melainkan juga sumber pengetahuan yang dapat memperkaya dunia pendidikan dan penelitian.

Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan bagi Unpatti untuk membangun kerja sama dengan institusi akademik di Tiongkok. Pertemuan lintas negara dinilai penting untuk mempertemukan perspektif, memperluas wawasan, dan mendorong lahirnya pemahaman yang lebih mendalam terhadap perbedaan budaya.

“Bagi kami, keberagaman bukan hanya bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga merupakan sumber pengetahuan dan pembelajaran,” tegasnya.

Fredy berharap hubungan dengan Guangxi Academy of Social Sciences dan Guangxi Minzu University dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata, mulai dari penguatan hubungan akademik, dialog antarbudaya, hingga peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen.

Kerja sama tersebut juga diharapkan memperkuat pemahaman bersama antara Indonesia, Tiongkok, dan kawasan ASEAN, terutama melalui pertukaran pengalaman dan pengembangan perspektif akademik yang lebih luas.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun hubungan internasional yang tidak hanya bertumpu pada kesepakatan institusi, tetapi juga pada hubungan antarmanusia yang saling menghargai dan berkelanjutan.

Atas nama Universitas Pattimura, Fredy menyampaikan terima kasih kepada pihak tuan rumah atas kesempatan berdiskusi dan bertukar pandangan dalam kegiatan tersebut.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Unpatti memperluas cakrawala akademik dan memperkuat kehadirannya dalam jejaring pendidikan tinggi internasional. Melalui hubungan yang terus dibangun, Unpatti diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi yang memberi manfaat bagi pengembangan dosen, mahasiswa, dan kualitas pendidikan di Maluku. (ji6)

1 Menyukai postingan ini