-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berganti status dari siswa menjadi mahasiswa. Ada lingkungan baru, budaya akademik, aturan, hingga tanggung jawab yang harus dipahami sejak langkah pertama.
Karena itu, Universitas Pattimura (Unpatti) menjadikan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai momentum penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan akademik.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan PKKMB tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses awal pembentukan karakter sekaligus kesiapan akademik mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan.
Hal itu disampaikan Rektor saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pelaksanaan PKKMB Unpatti Tahun Akademik 2026/2027 di Ruang Media Universitas Pattimura, Kamis (27/8).
Sebanyak 5.846 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB tahun ini. Jumlah tersebut membuat pelaksanaan kegiatan harus disesuaikan agar seluruh mahasiswa tetap mendapatkan pembinaan secara maksimal.
Menurut Prof Fredy, PKKMB menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan perguruan tinggi, mulai dari lingkungan akademik, tata kelola kelembagaan hingga berbagai kebijakan pendidikan tinggi.
“Suasana ini kita ciptakan supaya mereka memahami lingkungan kampus, memiliki motivasi yang tinggi, memahami aspek akademik, tetapi juga memahami kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujar Prof Fredy.
Ia menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru dan PKKMB merupakan dua momentum yang tidak dapat dipisahkan dalam mengawali tahun akademik.
Penerimaan mahasiswa secara akademik melalui rapat senat menjadi bentuk resmi diterimanya mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika.
Sementara PKKMB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk beradaptasi sekaligus memahami sistem dan kehidupan di lingkungan perguruan tinggi.
Prof Fredy menilai, mahasiswa baru merupakan bagian penting dalam keseluruhan proses pendidikan. Karena itu, sejak awal mereka harus mendapatkan proses penerimaan dan pembinaan yang baik agar mampu menjalani tahapan pendidikan dengan kesiapan yang matang.
“Proses pendidikan itu harus kita lihat secara menyeluruh, mulai dari input, proses, output, outcome sampai impact,” jelasnya.
Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang cukup besar, PKKMB Unpatti tahun ini dilaksanakan secara hybrid. Sebagian mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung, sementara mahasiswa lainnya mengikuti secara daring dengan dukungan fasilitas telekomunikasi yang disiapkan universitas.
Setelah kegiatan di tingkat universitas selesai, pembinaan kemudian dilanjutkan di masing-masing fakultas. Pola ini dinilai lebih efektif karena mahasiswa dapat mengenal lingkungan akademiknya secara lebih dekat dan mengikuti kegiatan dalam kelompok yang lebih terkendali.
Di tengah rangkaian pengenalan tersebut, Unpatti juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan kenyamanan mahasiswa baru.
Rektor menegaskan, tidak boleh ada kekerasan dalam seluruh rangkaian PKKMB, baik pada tingkat universitas maupun fakultas.
Pesan tersebut menjadi penting agar pengalaman pertama mahasiswa di lingkungan kampus benar-benar menjadi pengalaman yang positif. Sebab, dari momentum inilah mahasiswa diharapkan mulai membangun motivasi, mengenal budaya akademik, serta mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan pendidikan tinggi.
Dengan demikian, PKKMB 2026/2027 tidak berhenti pada kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, Unpatti ingin menjadikannya sebagai pintu masuk untuk membangun iklim akademik yang sehat, membentuk karakter, dan menumbuhkan kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan kampus. (ji6)
