Pelaksanaan Rakerpim di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Kamis (9/4). (Ist)

Rektor Unpatti Tekankan Kolaborasi dan Profesionalisme, Arahkan Kampus Menuju Kelas Dunia

6

Ambon, JejakInfo.id — Suasana Aula Rektorat Universitas Pattimura, Kamis (9/4), dipenuhi semangat baru. Para pimpinan kampus berkumpul dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Anggaran 2026, sebuah momentum penting yang tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi titik tolak penegasan arah masa depan institusi.

Rektor Unpatti Prof. Dr Fredy Leiwakabessy, M.Pd membuka kegiatan dengan pesan tegas: perubahan tidak bisa ditunda. Transformasi, inovasi, dan tata kelola yang akuntabel harus berjalan beriringan jika kampus ini ingin melangkah lebih jauh.

Menurut Rektor, rapat kerja bukan hanya forum laporan dan evaluasi. Lebih dari itu, ini adalah ruang menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan membangun komitmen bersama untuk membawa Unpatti menjadi perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

“Ini momentum kita untuk berpikir bersama, bekerja bersama, dan memastikan visi besar universitas benar-benar hidup dalam setiap langkah,” ujarnya di hadapan jajaran pimpinan.

Memasuki usia ke-63, Unpatti disebutnya terus berbenah. Tidak hanya memperkuat kualitas akademik, tetapi juga memastikan kehadiran kampus memberi dampak nyata bagi masyarakat serta sejalan dengan arah pembangunan daerah dan nasional.

Dalam arahannya, Rektor menggarisbawahi sejumlah fokus penting: mengevaluasi capaian sebelumnya, merancang program kerja yang lebih tajam, menyusun strategi jangka menengah, serta memperkuat inovasi yang berkelanjutan. Semua itu, katanya, harus dijalankan dengan keseriusan, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Ia juga mengingatkan bahwa pimpinan perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya kuat di bidang akademik. Mereka dituntut memiliki ketajaman manajerial, layaknya seorang CEO, yang mampu mengelola organisasi secara profesional, adaptif, dan berorientasi hasil.

Sorotan lain tertuju pada capaian indikator kinerja utama yang harus dipenuhi setiap unit kerja. Bukan hanya soal menjalankan program, tetapi juga bagaimana anggaran dikelola secara efektif dan institusi mampu meningkatkan kemandirian pendapatan.

“Kontrak kinerja yang sudah ditandatangani bukan formalitas. Itu adalah komitmen yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Rektor turut menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama. Tanpa itu, mustahil bagi universitas untuk meraih akreditasi unggul, apalagi menembus target internasionalisasi yang kini menjadi tujuan bersama.

Dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan, seluruh sivitas akademika diharapkan bergerak dalam satu irama. Harapannya jelas: menjadikan Universitas Pattimura tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga kebanggaan masyarakat Maluku dan Indonesia.

Rakerpim ini pun menjadi langkah awal dalam merumuskan arah kebijakan strategis kampus ke depan. Sebuah pijakan untuk memastikan bahwa perubahan yang diinginkan benar-benar terjadi, bukan sekadar wacana. (ji6)