-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Haruku, JejakInfo.id — Bagi masyarakat Negeri Wassu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, reses bukan sekadar agenda pertemuan dengan wakil rakyat. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu terlihat saat Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nirmala Pattikawa, hadir di tengah-tengah masyarakat Negeri Wassu dalam agenda reses, Sabtu (29/8/2026).
Kehadiran Nirmala disambut oleh Upulatu Negeri Wassu Fredy Salakory bersama Pendeta Jemaat GPM Negeri Wassu. Dalam pertemuan tersebut, Nirmala mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat, terutama menyangkut pembangunan serta pelayanan dasar yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, hari ini Beta berkesempatan hadir di tengah-tengah masyarakat Negeri Wassu untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Nirmala.
Negeri Wassu merupakan salah satu negeri yang berada di bagian selatan Kecamatan Pulau Haruku. Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, keberadaan infrastruktur penunjang menjadi kebutuhan penting untuk membantu aktivitas ekonomi warga.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah kebutuhan terhadap jalan tani. Bagi petani, akses jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi berkaitan langsung dengan bagaimana hasil kebun dapat dibawa dari lokasi produksi menuju permukiman maupun tempat pemasaran.
Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar lainnya. Ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan pendidikan masih menjadi bagian dari aspirasi warga yang dinilai membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Warga berharap pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menyentuh negeri-negeri yang berada di wilayah kepulauan dan memiliki tantangan geografis tersendiri seperti Wassu.
Aspirasi yang disampaikan masyarakat itu menjadi catatan penting bagi Nirmala untuk dibawa dalam pembahasan di lembaga legislatif.
Reses, menurutnya, harus menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat di tingkat negeri dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Semua aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perhatian dan akan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” kata Nirmala.
Ia menegaskan, kunjungan ke masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan mendengar keluhan. Aspirasi yang diserap harus dikawal agar dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi warga Wassu, perhatian terhadap jalan tani, air bersih, kesehatan dan pendidikan merupakan bagian dari harapan sederhana: mendapatkan fasilitas publik yang layak dan pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan kehidupan mereka.
Reses pun menjadi ruang untuk memastikan suara masyarakat dari negeri-negeri di Pulau Haruku tetap terdengar dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan daerah. (ji7)
