Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, melakukan kunjungan ke Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Tengah Selatan untuk melihat progres pembangunan rumah warga yang terdampak konflik sosial. (Ist)

Rumah Warga Korban Konflik di Longgar-Apara Ditargetkan Rampung Oktober

16

Dobo, JejakInfo.id — Kabar baik datang bagi warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik sosial awal tahun lalu dapat diselesaikan pada Oktober 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kepulauan Aru, Muhlis Hamu, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan agar warga terdampak segera kembali menempati hunian mereka.

“Target kami bulan Oktober nanti seluruh proses pembangunan sudah beres. Setelah itu, pemerintah daerah akan langsung menyerahkannya kepada warga yang terdampak,” kata Muhlis, Selasa (1/9/2026).

Optimisme tersebut semakin kuat setelah Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, melakukan kunjungan langsung ke kedua desa tersebut. Bupati turun bersama Kapolres, Danlanal dan Camat Aru Tengah Selatan untuk melihat kondisi warga sekaligus memantau perkembangan pembangunan rumah.

Kunjungan itu tidak hanya menjadi bagian dari pemantauan pekerjaan. Kehadiran Bupati juga menjadi kesempatan untuk menyapa warga dan melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat pascakonflik.

Muhlis mengatakan suasana di kedua desa kini jauh lebih baik. Warga mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial perlahan kembali mencair.

“Pak Bupati ingin melihat langsung kondisi masyarakat di sana. Alhamdulillah, suasana sudah kembali hangat. Warga sudah beraktivitas normal dan saling bertegur sapa,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan rumah telah mencapai sekitar 70 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target.

“Progres pembangunan rumah ternyata sudah menyentuh angka 70 persen. Makanya kami sangat optimis bulan Oktober besok semuanya sudah rampung,” kata Muhlis.

Muhlis menjelaskan, berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kepulauan Aru, terdapat 26 unit rumah warga yang menjadi bagian dari penanganan pascakonflik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 unit merupakan pembangunan rumah baru, sementara satu unit lainnya mendapat penanganan berupa rehabilitasi.

Pembangunan dilakukan secara swakelola melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama Polres Kepulauan Aru. Pembiayaannya didukung melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan rumah bukan sekadar menyelesaikan bangunan yang rusak. Hunian tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan warga sekaligus tanda bahwa masyarakat di kedua desa mulai menata kembali kehidupan mereka.

Camat Ajak Warga Pulihkan Persaudaraan

Sementara itu, Camat Aru Tengah Selatan, Jefri Ferneyanan, mengajak seluruh masyarakat di Desa Longgar dan Desa Apara untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman yang mulai terbangun.

Ia meminta para kepala desa ikut mengambil peran dalam menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Menurutnya, proses pemulihan hubungan antarmasyarakat membutuhkan kesabaran, pendekatan yang hati-hati serta empati dari semua pihak.

Jefri juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali terjebak dalam persoalan masa lalu.

“Saya sangat berharap, apa yang sudah berlalu biarlah berlalu. Kita semua ini bersaudara. Sekarang saatnya kita bangkit bersama, menenun kembali hubungan kekerabatan, dan menghidupkan lagi nilai-nilai adat yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita,” pungkasnya.

Pembangunan rumah yang ditargetkan rampung Oktober mendatang diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan pemulihan masyarakat Longgar dan Apara. Bukan hanya mengembalikan tempat tinggal, tetapi juga membuka lembaran baru bagi kehidupan warga untuk kembali hidup berdampingan dalam suasana aman dan damai. (ji5)