Waketum DPP KNPI, Saiful Chaniago. (Ist)

Saiful Chaniago Apresiasi Ketegasan Kapolda Maluku dalam Kasus Tewasnya Siswa di Tual

34

Jakarta, JejakInfo.id — Duka atas meninggalnya seorang siswa madrasah Tsanawiyah di Kota Tual, Maluku, masih menyisakan luka mendalam. Di tengah keprihatinan itu, langkah cepat dan tegas jajaran kepolisian menuai apresiasi.

Wakil Ketua Umum DPP KNPI dan mantan Ketua KNPI Maluku, Saiful Chaniago, menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto, atas tindakan tegas terhadap oknum anggota Brimob yang terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.

Menurut Saiful, keputusan Polda Maluku menetapkan oknum berinisial MS, anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C sebagai tersangka, disertai proses sidang etik, menunjukkan komitmen institusi dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kami mengapresiasi langkah tegas Kapolda Maluku terhadap oknum polisi yang menjadi pelaku penganiayaan hingga menyebabkan meninggalnya seorang siswa madrasah Tsanawiyah di Kota Tual. Ini harus menjadi pelajaran berharga, khususnya bagi seluruh anggota Polri di Maluku, agar semakin disiplin dalam mengayomi masyarakat,” tegas Saiful.

Mantan Ketua Badko HMI Maluku-Maluku Utara itu juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Ia menilai, dukungan publik sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah proses hukum yang berjalan.

Saiful turut mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat polda hingga polsek, menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi internal.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya berada di pundak pimpinan, tetapi juga seluruh anggota yang bertugas di lapangan.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk mengedepankan akal sehat dan rasa kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Stabilitas dan kedamaian daerah, kata dia, merupakan fondasi penting bagi kemajuan Indonesia ke depan.

Kasus di Tual ini menjadi pengingat bahwa keadilan dan kemanusiaan harus tetap menjadi pijakan utama dalam setiap pelaksanaan tugas negara.

Publik kini menaruh harapan agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi keluarga korban, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (ji5)