Kepala Satker II PJN Wilayah Maluku, Ir. Toce Leuwol, S.T.,M.T. (Ist)

Satker II PJN Maluku Tuntaskan Jalan Sp. Lintas Seram–Mulumet, Warga Tak Lagi Terkurung Lumpur

11

Masohi, JejakInfo.id — Jalan tanah yang dulu berubah menjadi kubangan saat hujan, kini tinggal cerita. Ruas Sp. Lintas Seram–Mulumet di Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, resmi berwajah baru. Aspal hitam membentang mulus, menggantikan debu dan kerikil yang selama bertahun-tahun menghambat langkah warga.

Bagi masyarakat Desa Mulumet dan sekitarnya, perubahan ini bukan sekadar proyek pembangunan. Ini adalah jawaban atas penantian panjang. Truk pengangkut hasil panen tak lagi terseok-seok di jalan rusak. Anak-anak sekolah dan warga yang hendak berobat kini bisa menempuh perjalanan dengan lebih cepat dan aman.

Proyek peningkatan jalan ini dilaksanakan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II. Jalan yang sebelumnya berupa tanah dan kerikil diperkuat, lalu dilapisi aspal hotmix sesuai standar nasional, lengkap dengan drainase dan marka jalan.

Kepala Satker PJN Wilayah II Maluku, Ir. Toce Leuwol, ST.,MT., menegaskan bahwa ruas Sp. Lintas Seram–Mulumet diprioritaskan karena perannya yang vital bagi konektivitas logistik, terutama sektor pertanian.

“Para petani padi dan pemilik sawah kini bisa lebih cepat mengangkut hasil panen mereka ke penggilingan atau pasar tanpa khawatir terhambat jalan rusak yang membuat biaya angkut membengkak. Ini angin segar bagi penguatan ketahanan pangan di Maluku,” ujar Leuwol saat meninjau lokasi, Rabu (11/2).

Menurutnya, pembangunan ini tidak berhenti pada pengaspalan semata. Penguatan pondasi jalan dilakukan agar mampu bertahan menghadapi beban kendaraan dan cuaca ekstrem yang kerap melanda Pulau Seram.

Ruas jalan lintas Seram-Mulumet yang telah dibangun Satker II PJN Wilayah Maluku.

“Target kami bukan hanya membangun jalan, tetapi menghadirkan akses yang tahan lama dan aman bagi mobilitas warga,” tegasnya.

Di provinsi kepulauan seperti Maluku, membangun infrastruktur bukan perkara mudah. Wilayah yang tersebar di 11 kabupaten dan kota, dipisahkan oleh lautan, menjadikan konektivitas sebagai tantangan utama. Di sisi lain, kemampuan anggaran daerah kerap terbatas untuk menangani jalan rusak berat.

Melalui skema IJD, pemerintah pusat turun tangan membantu percepatan pembangunan jalan strategis milik daerah. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai keterisolasian wilayah dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.

Kini, warga Seram Utara Timur Seti tak lagi harus berjibaku dengan jalan berlumpur atau berdebu. Akses yang lebih baik membuka peluang baru: hasil bumi lebih cepat sampai ke pasar, layanan kesehatan lebih mudah dijangkau, dan anak-anak bisa bersekolah tanpa waswas.

Aspal yang membentang di Sp. Lintas Seram–Mulumet bukan hanya menghubungkan desa dengan kota. Ia menghubungkan harapan warga dengan masa depan yang lebih pasti. (ji5)